17 Ogos 2010

Poligami! DiRusia

6 Ramadhan 1431 H
Oleh: KALIMAJARO I

Rusia sedang menghadapi bahaya demografi. Jumlah penduduk perempuannya jauh melebihi laki-laki. Bahkan, dari 145 juta penduduk Rusia, sekitar 10 juta penduduk wanitanya tidak menikah.

Melihat ketimpangan komposisi penduduk itu, tak heran bila di eks negara Uni Soviet itu kemudian muncul usulan menerapkan poligami yang diatur secara resmi oleh negara. Adalah Vladimir Zhirinovsky, anggota parlemen Rusia yang melemparkan usulan tersebut. Dia sudah menyampaikan idenya itu kepada Presiden Rusia Dmitry Medvedev.

''Di Rusia, 30 persen bayi terlahir di luar nikah. Jika seorang lelaki mendapatkan hak untuk mendaftarkan pernikahannya dengan wanita kedua yang telah melahirkan, tanpa bercerai dengan isteri pertamanya, dengan alasan lelaki tersebut menghormati isteri pertamanya dan tidak ingin rumah tangganya runtuh, maka kami akan turut bertanggung jawab atas keluarga isteri kedua,'' cetus Zhirinovsky seperti dikutip oleh kantor berita RIANovosti. ''Kita harus melegalisasikan status hubungan perkawinan ini.''.

Melalui poligami, Ketua Partai Demokrasi Liberal Rusia (LDPR) ini sebenarnya juga menginginkan agar tingkat kelahiran di negaranya dapat ditingkatkan. Sejak beberapa tahun terakhir, Rusia dihantui oleh minimanya angka kelahiran bayi. Keluarga di sana lebih memilih untuk hanya memiliki satu anak dengan alasan biaya hidup yang tinggi.

Karena itu pula, Zhirinovsky mengusulkan pula agar pemerintah memberikan insentif khusus (bonus) sebesar 100 ribu rubel (sekitar 3,3 ribu dolar AS atau sekitar RM 11ribu) kepada keluarga atau wanita yang mempunyai anak pertama.

Saat ini, Rusia telah memberikan insentif sebesar 300 ribu rubel untuk setiap kelahiran anak kedua. ''Mari kita realisasikan bonus 100 ribu rubel atas kelahiran anak pertama.

Saya yakin, bahwa dengan begitu, sebagian wanita yang semula ingin melakukan pengguguran, mereka akan membatalkan niatnya dan lebih memilih melahirkan bayinya,'' jelasnya.

Kini, Rusia kekurangan laki-laki dan lebih banyak perempuannya. Usulan Zhirinovsky ini sejalan dengan aksi Perdana Menteri Chechnya, Ramzan Kadirov, yang juga telah mengajukan proposal dilegalkannya poligami.

Disebutkan bahwa dalam beberapa kali perang, laki-laki Chechnya telah berkurang sekitar 10 persen. Akibatnya, kini lebih banyak wanita di Chechnya. ''Setiap laki-laki dapat bebas memilih kehidupannya. Dia adalah seorang pemimpin dalam lingkungannya.

Dan, saya kira, kehidupan peribadinya tidak boleh diintervensi (oleh siapapun),'' cetus Kadirov.

Mengamini apa yang disampaikan Kadirov, Vladimir Zhirinovsky mengatakan, ''Lihat, sekarang kita memiliki 10 juta wanita Rusia yang tidak menikah.'' Saat ini, pemerintah Rusia masih memberlakukan aturan monogami dan melarang dilakukannya poligami.

Khabarnya, banyak warga yang melakukan poligami secara diam-diam, entah karena keperluan atau karena ketimpangan demografis yang menakutkan itu.

Mencari ketenangan hidup

6 Ramadhan 1431 H
Sumber: http://bawangorengnet.blogspot.com

Tidak dapat kita nafikan manusia sangat memerlukan ketenangan dalam hidup ini. Ada berbagai cara dan bentuk usaha manusia dalam mencari ketenangan jiwa. Ada di antara mereka yang mencari ketenangan jiwa itu dengan pergi melancong, membeli belah, makan angin, bersukan, mereka seni, melukis, mengambil gambar dan sebagainya. Tidak kurang juga yang mencari ketenangan dengan ber'blogging' .

Ada pula sebilangan orang mendapat kelapangan hati dan terhibur dengan cara bergaul dengan manusia, berinteraksi sesama mereka serta melihat keindahan alam. Ada juga yang mencari ketenangan jiwa dengan beribadah seperti membaca al-Quran, berzikir, bersembahyang dan sebagainya.

Tanpa ketenangan jiwa, manusia akan menghadapi banyak risiko, bahkan ia akan mendatangkan penyakit jiwa seperti runsing, resah gelisah dan yang lebih parah lagi kemungkinan besar boleh menyebabkan seseorang itu tidak dapat membuat pertimbangan.

Bukan hiburan semata-mata

Dalam mencari ketenangan jiwa seseorang itu hendaklah berpandukan syarak supaya tidak terbabas daripada landasan syariat. Jika ketenangan dicari melalui permainan, bersuka-ria, dengan lagu, muzik, tari menari, berpesta karaoke atau seumpamanya, itu semua hanyalah bersifat sementara, bahkan akibatnya akan bertambah-tambah parah.

Hanya masa sahaja yang akan menentukannya. Sudah menjadi fitrah manusia suka berhibur dengan kesenangan dunia seperti bersenang-senang dengan kemewahan, harta-benda, anak-pinak, bermain, makan minum, pakai dan sebagainya. Bahkan kehidupan dunia juga merupakan pentas permainan dan hiburan bagi manusia.

Firman Allah SWT yang bermaksud, "

Firman-Nya lagi yang bermaksud, "Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaa-Nya dan rahmat-Nya, bahawa Dia menciptakan untuk kamu (wahai kaum lelaki) isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya, dan dijadikan-Nya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (Surah al-Ruum [030], ayat 21).

Dengan adanya ketenangan jiwa, akan memudahkan seseorang itu mengingati Allah SWT dan melakukan ibadah kepada-Nya kerana tujuan asal manusia itu diciptakan ialah untuk sentiasa menyembah Allah SWT.

Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam al-Quran yang bermaksud, "Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah dan beribadat kepada-Ku." (Surah adz-Dzaariyaat [051], ayat 56)

Orang bukan Islam itu lebih menyukai hiburan dunia yang bertapak semata-mata pada nafsu kerana dunia adalah matlamat hidup mereka seperti juga yang digambarkan oleh al-Quran yang bermaksud, "Dan tentulah mereka akan berkata pula: Tiadalah hidup yang lain selain hidup kita di dunia ini, dan tiadalah kita akan dibangkitkan semula sesudah kita mati." (Surah al-An'am [006], ayat 29).

Sifat hiburan yang mereka sukai itu bukan sahaja melalaikan dan mempersonakan, bahkan lebih banyak membawa kepada perkara-perkara maksiat dan mungkar yang terang-terang mementang kehendak hukum syarak. Apa yang menyedihkan, hiburan sedemikian turut menjadi ikutan dan sajian orang-orang Islam yang sepatutnya menolak segala unsur-unsur mungkar dan maksiat itu.

Sifat orang lalai

Mereka turut terkeliru dengan pujuk rayu orang-orang yang bukan Islam yang mempamerkan hiburan-hiburan palsu sebagai jalan untuk menenangkan jiwa. Namun ketenangan itu cuma seketika, selepas itu kesusahan akan datang kerana ia bertunjangkan fantasi, angan-angan dan khayalan semata-mata.

Sebagai orang Islam, kita hendaklah memahami jalan-jalan yang mesti diikuti dalam mencari hiburan. Al-Quran ada mengingatkan kita bahawa orang yang mengutamakan perkara-perkara yang sia-sia dan hiburan yang melalaikan, yang menyesatkan dirinya dan menyesatkan orang lain akan mendapat azab yang menghinakan, sebagaimana firman Allah SWT yang bermaksud,

"Dan ada di antara manusia: orang yang memilih serta membelanjakan hartanya kepada cerita-cerita dan perkara-perkara hiburan yang melalaikan; yang berakibat menyesatkan (dirinya dan orang ramai) dari agama Allah dengan tidak berdasarkan sebarang pengetahuan; Dan ada pula orang yang menjadikan agama Allah itu sebagai ejek-ejekkan; merekalah orang-orang yang beroleh azab yang menghinakan. " (Surah Luqman [031], ayat 6)

Sifat suka kepada hiburan atau permainan yang melalaikan itu adalah antara paradigma orang bukan Islam.

Ini digambarkan oleh firman Allah SWT dalam tafsirnya, "(Orang-orang kafir itu adalah) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan gurau-senda (hiburan) yang melalaikan, dan mereka telah terpedaya dengan kehidupan dunia (segala kemewahannya dan kelazatannya).

Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami." (Surah al-A'raaf [007], ayat 51)

Inilah persepsi yang difahami oleh sebahagian masyarakat sekarang, sedangkan maksud hiburan itu sendiri lebih luas daripada itu. Hiburan bermaksud mencari ketenangan jiwa, dari itu hanyalah hiburan sejati yang mampu mencapai maksud tersebut.

Mencari ketenangan hidup

Hiburan sejati ialah hiburan yang bertapak di hati. Ia boleh membawa hati yang tenang.

Syarat bagi ketenangan hati itu ialah dengan mengisi keperluan asasinya iaitu iman.

Firman Allah SWT yang bermaksud, “Orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan zikir kepada Allah.

Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Surah Ar-Ra'd [013], ayat 28)

Oleh itu orang yang beriman akan mendapat hiburan dengan cara berhubung dengan Allah dengan melaksanakan perintah, kewajipan, melakukan perkara-perkara yang disunatkan seperti zikir, puasa, sedekah dan lain-lain seumpamanya, berinteraksi dengan alam ciptaan Allah, dan menerima segala ketentuan daripada Allah SWT.

Apabila melaksanakan perintah Allah, mereka terhibur kerana merasakan perintah itu datang daripada kekasihnya. Kalau yang menyuruh itu kekasih, tidak ada yang disusahkan bahkan kegembiraan yang akhirnya membawa ketenangan.

Mereka rasa seronok dan terhibur dengan ibadah tersebut.

Orang mukmin juga rasa terhibur dengan warna kehidupan yang dicorakkan oleh Allah. Hatinya sentiasa bersangka baik dengan Allah, membuatkannya tidak pernah resah.

Apabila diberi nikmat mereka rasa terhibur, lalu bersyukur. Diberi kesusahan, mereka terhibur, lalu bersabar. Mereka yakin dengan firman Allah SWT yang bermaksud, “(Katakanlah wahai orang-orang yang beriman: “Agama Islam yang kami telah sebati dengannya ialah): Celupan Allah (yang mencorakkan seluruh kehidupan kami dengan corak Islam); dan siapakah yang lebih baik celupannya selain daripada Allah? (Kami tetap percayakan Allah) dan kepada-Nyalah kami beribadat.” (Surah Al-Baqarah [002], ayat 138)

Orang yang beriman juga akan terhibur apabila melihat alam ciptaan Allah SWT. Mereka merasa tenang, bahagia dan gembira melihat pantai, bukit bukau, langit, laut dan sebagainya.

Melihat, mendengar dan berfikir tentang keindahan itu sudah cukup bagi mereka merasai keindahan alam dan kebesaran pencipta-Nya. Sifat sedemikian merupakan sifat orang-orang yang bertaqwa iaitu orang yang berusaha memelihara dirinya daripada menyalahi hukum dan undang-undang Allah Ta‘ala.

Firman Allah SWT yang bermaksud, “Sesungguhnya pertukaran malam dan siang silih berganti, dan pada segala yang dijadikan oleh Allah di langit dan di bumi, ada tanda-tanda (yang menunjukkan undang-undang dan peraturan Allah) kepada kaum yang mahu bertaqwa.” (Surah Yunus [010]: 6)

Selain itu mereka ini dapat menghayati maksud sabda Rasulullah SAW yang maksudnya, “Sesungguhnya Allah itu indah. Dia suka keindahan.” (Hadis riwayat Muslim)

Islam tidak menolak hiburan dari luar selama hiburan luar itu boleh menyumbang dan menyuburkan lagi hiburan dalaman hati dengan syarat ia mematuhi syariat. Alunan ayat suci Al-Qur‘an, selawat yang memuji Nabi, lagu yang menyuburkan semangat jihad, puisi atau syair yang menghaluskan rasa kehambaan kepada Tuhan, pasti akan menyuburkan lagi iman mereka.

Firman Allah SWT yang tafsirnya, “Allah telah menurunkan sebaik-baik perkataan iaitu kitab suci Al-Qur‘an yang bersamaan isi kandungannya antara satu dengan yang lain (tentang benarnya dan indahnya), yang berulang-ulang (keterangannya, dengan berbagai cara); yang (oleh kerana mendengarnya atau membacanya) kulit badan orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka menjadi seram; kemudian kulit badan mereka menjadi lembut serta tenang tenteram hati mereka menerima ajaran dan rahmat Allah.” (Surah Az-Zumar [039], ayat 23)

Firman-Nya lagi yang bermaksud, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu (yang sempurna imannya) ialah mereka yang apabila disebut nama Allah (dan sifat-sifat- Nya) gementerlah hati mereka; dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menjadikan mereka bertambah iman, dan kepada Tuhan mereka jualah mereka berserah (bertawakal) .” (Surah Al-Anfaal [008], ayat 2)

Dan firmanNya lagi yang tafsirnya, “Iaitu orang-orang yang apabila disebut nama Allah, gerun gementarlah hati mereka, dan orang-orang yang sabar terhadap kesusahan yang menimpa mereka, dan orang-orang yang mendirikan sembahyang, serta orang-orang yang mendermakan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepadanya.” (Surah Al-Hajj [022], ayat 35)

Semua ibadat jika dilaksanakan dengan penuh perhatian, pasti akan memberi ketenangan jiwa, lihat sahaja ibadat sembahyang, sekalipun merupakan suatu kewajipan orang Islam, ia juga suatu hiburan yang kekal yang menjadikan hati orang yang beriman dan bertaqwa itu terhibur dengan sembahyang kerana mereka terasa sedang berbisik-bisik, bermesra, mengadu dan merintih dengan kekasih hatinya iaitu Allah Subhanahu wa Ta‘ala.

Hal ini telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW bahawa dengan sembahyang, hati orang beriman dan bertaqwa sudah terhibur, Baginda bersabda yang maksudnya, “Di antara kesenangan dunia yang aku sukai ialah wanita, wangi-wangian dan penenang hatiku adalah sembahyang.” (Hadis riwayat Al-Nasa‘ei)

Semoga kita sentiasa menjaga iman dan rahmat Allah SWT adalah hampir kepada mereka yang sentiasa berserah diri kepada-Nya. Amiin.

SETELAH MENYERANG DS WAN AZIZAH, SIMPATI TERHADAP EZAM SESUMPAH BERTAMBAH ?

6 Ramadhan 1431 H
Oleh: WFAUZDIN NS

APABILA anda membaca tulisan seorang sahabat di sini, anda pasti dapat merasakan betapa Ezam raja sesumpah kini semakin mendapat perhatian di mana semakin ramai yang bersimpati dengan anak muda yang kecewa ini.

Kebanyakan yang bersimpati dengan raja sesumpah ini adalah datangnya dari teman-teman rapat beliau sendiri dan perasaan simpati itu bertambah mendalam semenjak raja sesumpah telah `mengadu nasib' bondanya. Anak emak tersayang lah katakan.

Keberanian dan sikap juang yang dikatakan ada pada raja sesumpah akhirnya teruji apabila raja sesumpah terpaksa mengheret nama orang tuanya yang tidak tahu apa-apa itu.

Kalau di zaman kita kanak-kanak dulu, sesiapa yag bergaduh sesama kita kemudiannya balik rumah mengadu dengan mak ayah, sudah pasti kena pulau oleh rakan-rakan. Tetapi, raja sesumpah bukan budak-budak lagi.

Kesihan kita dengan nasib mak ayah beliau yang tidak semena-mena dikaitkan untuk membela anaknya yang semua tahu `pencacai' nombor wahid Najib sekarang ini.

Kita tidak boleh salahkan Ezam sesumpah kerana beliau kini benar-benar kecewa akibat mainan politiknya sering tidak menjadi. Semenjak beliau melangkah dan melutut depan Umno, beliau masih gagal menunjukkan kehebatannya seperti sewaktu beliau berada di dalam saf perjuangan rakyat.

Jika ada yang terliur dengan kata-kata Ezam sesumpah hanyalah beberapa pemimpin dari PKR yang `lapar' dan kemaruk untuk melompat keluar parti. Berapa ratus atau ribu orang dari PKR yang berjaya dibawa oleh raja sesumpah untuk mengkhianati DS Anwar?

Semakin raja sesumpah mencaci dan memburukkan DS Anwar dan keluarganya, semakin terserlah keaiban Saiful Bukhari pemuda lembut yang dipercayai sangat oleh Ezam sesumpah itu. Adakah Ezam sesumpah akan sedar?

Tidak, beliau tidak akan sedar kerana "terlajak perahu boleh diundur, terlajak perbuatan dan kata, buruk padahnya". Kesihan bonda Ezam.

Pemimpin Umno gelisah muncul matawang syariah

6 Ramadhan 1431 H
Oleh: Wartawan Kita

KOTA BHARU, 15 Ogos: Usaha kerajaan Kelantan mengembalikan umat Islam kepada matawang syariah ternyata tidak mendapat sokongan pemimpin-pemimpin Umno, biar pun mereka tahu wang kertas tidak ada nilainya.

Malah wang kertas yang dipolopori sistem kapitalis terdedah kepada spekulasi kerana amalan riba yang dipertahankan.

Namun mengapa pemimpin Umno begitu gelisah dengan kemunculan kembali matawang syariah. Ini secara tidak langsung menggambarkan tidak berputik di jiwa mereka untuk mengagungkan kembali ketamadun Islam.

Bekas pensyarah kanan UIAM, Dr Muhammad Fadzli Hassan berkata, sepatutnya umat Islam perlu menyokong membebaskan diri mereka dari belenggu riba.

”Lemahnya umat Islam kerana ekonomi mereka diperintah oleh kuasa besar yang mempertahankan sistem kapitalis.

”Usaha Kelantan menghidupkan kembali matawang syariah dengan memperkenalkan dinar dan dirham merupakan perjuangan umat Islam sejagat, namun hanya di Kelantan sahaja sanggup melaksananya,” katanya di sini.

Pelancaran matawang syariah Dinar dan Dirham Kelantan pada Khamis lalu mendapat kritikan pemimpin-pemimpin Umno termasuk presidennya, Datuk Seri Najib Razak.

Perdana Menteri dilaporkan meminta Bank Negara Malaysia mengkaji dari sudut perundangan berhubung penggunaan matawang syariah dinar dan dirham di Kelantan.

Pengerusi Perhubungan Umno Kelantan, Datuk Seri Mustapa Mohamed pula mendakwa apa yang dilakukan Kelantan hanyalah bertujuan politik semata-mata dan bagi meraih simpati rakyat.

"Ini tindakan politik dan untuk mendapatkan sokongan politik. Nanti kerajaan pusat dikatakan tidak Islamik. Ini jelas untuk mengasak kerajaan pusat dan perkara ini amatlah mendukacitakan kami," kata Mustapa.

Manakala Ketua Umno Bahagian Bachok, Datuk Dr Awang Adek Hussin dilaporkan berkata, kerajaan negeri tidak mempunyai peruntukan undang-undang untuk mengeluarkan matawang.

Matawang syariah Dinar dan Dirham Kelantan boleh digunakan bagi pembayaran gaji, bayaran zakat, mas kahwin dan perniagaan.

Dr Muhammad Fadzli berkata, kenyataan pemimpin Islam di negara ini begitu mengecewakan kerana mereka tiada kesungguhan untuk melihat tamadun Islam kembali menguasai dunia.

”Sebab itulah matawang dinar dan dirham disokong dan ia menjadi kebanggaan umat Islam sedunia. Sememang Umno tidak suka kerja-kerja Islam sebegini,” katanya yang anggota Exco kerajaan Kelantan.

Seorang bekas pegawai kanan kerajaan berkata, dari segi politik nampak ada kecederungan terutamanya golongan cerdik pandai untuk kembali kepada ketamadunan Islam.

Ekoran itu katanya, ada perbahasan pro dan kontra terhadap pengenalan matawang syariah yang dilaksanakan di Kelantan.

”Yang kontra merupakan mereka yang tidak yakin dengan keupayaan sistem kewangan Islam. Mereka dibelenggu dengan pengaruh sistem riba kapitalis, walaupun ada kuasa tetapi tidak ada polical will.

”Kelantan boleh teruskan sehingga dapat menaikkan imej Islam. Dan diharap kurangkan gimik dalam semua aspek,” katanya ketika dihubungi di sini.

Sementara itu, anggota Exco kerajaan negeri Datuk Husam Musa menjelaskan dinar dan dirham yang dilancarkan bukan dianggap sebagai matawang bagi menggantikan wang yang ada sekarang.

Katanya, emas dan perak berkenaan tidak pernah diumumkan sebagai matawang.
"Kita tidak pernah kata sebagai matawang. Tapi dari segi syariah, ia memang boleh dianggap sebagai matawang," katanya di sini.

Menurutnya dinar dan dirham tersebut sebenarnya digunakan untuk pertukaran barangan.

"Ini kerana di mana-mana negara pun, pertukaran barang dibenarkan. Kalau kedua-dua pihak bersetuju, dia bolehlah guna dinar dan dirham untuk tukar dengan barangan," katanya.

Husam berkata, semua orang tahu kerajaan negeri tidak kuasa untuk mengeluarkan matawang sendiri.

Harakahdaily/-

PAS terajui realisasi ke Putrajaya

6 Ramadhan 1431 H
Oleh: Mohd Ali Hashim

BUKIT MERTAJAM, 15 Ogos: PAS akan menerajui dan merealisasikan aspirasi serta cita-cita besar presiden dan parti untuk menjadikan langkah ke Putrajaya sebagai satu realiti dan bukannya dongengan semata-mata.

Demikian dinyatakan oleh Naib Presiden PAS, Salahuddin Ayub semasa menyampaikan ucapan pada Munaqasyah Ucapan Dasar Presiden anjuran Lanjah Penerangan PAS Pulau Pinang di Yayasan An-Nadhoh, Penanti, pagi tadi.

Beliau juga berkata, dalam era globalisasi kini PAS harus dilihat sebagai sebuah parti yang jelas sedang menuju ke arah perjuangan universal yang memperjuangkan keadilan untuk semua.

"Waktu ini adalah masa untuk kita membuktikan bahawa PAS semakin penting dan mampu untuk menjadi sebuah parti yang proaktif, progresif serta tidak berfikiran konvensional.

"Masyarakat juga sedang melihat dan bertanya apakah PAS serius dan mampu untuk merealisasikan cita-cita besar ini," katanya.

Salahuddin yang juga merupakan Ahli Parlimen Kubang Kerian berkata, PAS bukan lagi sebuah parti kecil yang bersifat kedaerahan atau kenegerian.

Sebaliknya, semua ahli PAS harus mengubah persepsi masyarakat bagi melihat parti itu sebagai sebuah kuasa yang mampu untuk memberi pembelaan kepada rakyat dalam skop yang lebih luas dan positif.

Tambahnya lagi, PAS harus memandang ke belakang sebagai sempadan dan melihat perjuangan serta perit jerih pemimpin yang lalu bagi membina sebuah perjuangan yang sekarang ini telah berjaya melayari bahtera untuk menuju ke Putrajaya.

Sehubungan itu, katanya maka ahli PAS harus menjadikan gerakan Islam yang selama ini menjadi teras perjuangan digarap dan berhadapan dengan rakyat untuk membawa negara ini ke mercu jaya yang menjadikan PAS sebagai sebuah parti yang disegani bersama dengan rakan-rakan seperti PKR dan DAP dalam Pakatan Rakyat.

Harakahdaily/-

Keajaiban sedekah, terjemahan Quran terbaik dan diabetis yang terabai

6 Ramadhan 1431 H
Oleh: Ahmad Lutfi Othman

Ramadan terbukti bulan keberkatan yang melimpah ruah. Dorongan untuk melakukan kebaikan begitu mudah diikuti. Masjid dan surau penuh bercahaya. Iktikaf dilazimi.

Kemanisan beribadah benar-benar dikecapi. Lidah basah dengan zikir. Al-Quran dibaca penuh penghayatan dan ditekuni maknanya. Ramai menempah kitab terjemahan al-Quran sejak Syaaban lagi.

Seorang sahabat dari Johor mengirim SMS: "Akhi, mahu kita berlumba khatam Quran?" Saya tahu dia sekadar mengingatkan suatu amalan mulia.

"Apa azam anta?" tanya saya."3 kali (khatam)," balasnya. Jangan lupa al-Kahfi Sebelum ini pun, hampir setiap subuh Jumaat, SMSnya tidak pernah absen: "Lutfi, jangan lupa Al-Kahfi."

Ramadan turut memancarkan keunggulan bersedekah. Berlumba-lumba masyarakat menyumbang untuk juadah berbuka, terutama di masjid.

Seorang rakan memberitahu senarai penyumbang berbuka sepanjang Ramadan di masjid dekat rumahnya sudah penuh sejak hari pertama puasa lagi.

Apabila saya minta rakan sekerja bertanyakan sebuah masjid dekat pusat bandaraya yang menjadi tumpuan ramai berbaris panjang mendapat bubur lambuk, katanya, "tiada peluang kita menyumbang sebab sudah ada penaja sepanjang Ramadan".

Maksud hadis Nabi: "Sesiapa yang memberi makan untuk orang berbuka puasa, maka baginya pahala orang berpuasa."

Dalam pada itu, solat tarawih masjid-masjid di Selangor khabarnya meriah sekali. Fenomena ini nampak terserlah selepas Pakatan Rakyat memerintah. "Macam solat Jumaat, siap kena ada sukarelawan bagi memudahkan parking," tambah rakan tadi.

"Kita berdoa moga dapat istiqamah sampai malam Aidilfitri nanti. Tak sedap juga kalau hanya bersemangat di awal puasa sahaja," ujarnya lagi.

Gandaan pahala sedekah

Sememangnya gandaan pahala sedekah dan menderma di hari-hari biasa - apatah lagi di bulan Ramadan - dipamerkan dalam banyak hadis Rasulullah s.a.w.

Antaranya: "Sesungguhnya Allah Taala menggandakan di kalangan kamu (pahala derma) sebiji kurma atau sesuap makanan, sebagaimana digandakan di kalangan kamu ternakan anak kuda atau anak unta, sehingga derma itu menjadi sebesar gunung Uhud." Dan dalam hadis riwayat Ahmad, maksudnya: "Tidak akan berkurangan duit orang yang bersedekah."

Di sini saya nukilkan kembali kisah tentang keajaiban sedekah, yang dipetik dari buku Ajaibnya Sedekah: Semakin Bersedekah Semakin Kaya, terbitan PTS. Moga-moga kita beroleh manfaat bersama.

Kisah teladan cukup bermanfaat

Sebaik pulang dari rumah Nabi, Ali bin Abu Talib menemui isteri tercintanya, Fatimah az-Zahra dan bertanya: "Wahai wanita mulia, adakah kamu mempunyai manakan untuk suamimu?"

Fatimah menjawab: "Demi Allah, saya tidak mempunyai makana sedikit pun. Tetapi ini ada enam dirham yang saya terima daripada Salman sebagai upah memintal. Saya mahu belikan makanan untuk Hassan dan Husain." Ali berkata: "Biar saya sahaja yang pergi membeli makanan."

Fatimah segera menyerahkan enam dirham itu kepada suaminya. Ali keluar lagi bagi membeli makanan. Di tengah jalan, Ali bertemu seorang lelaki yang berkata: "Siapa yang mahu memberikan pinjaman kepada Tuhan yang maha pengasih dan selalu menepati janji?"

Tanpa berfikir panjang, Ali menyerahkan semua wangnya sebanyak enam dirham. Lalu dia pulang dengan tangan kosong. Fatimah, yang melihat suaminya pulang tanpa membawa makanan, menangis. Ali pun bertanya: "Wahai Fatimah mengapa kamu menangis?"

"Wahai suamiku, kamu pulang tanpa membawa apa-apa," kata Fatimah. Ali menjawab: "Aku meminjamkan wang itu kepada Allah."

Fatimah berkata: "Sekiranya begitu, saya menyokong tindakanmu." Ali kemudian keluar rumah lagi dan berniat hendak menemui Nabi s.a.w. Di tengah jalan seorang Arab Badwi yang sedang menuntun seekor unta menghampirinya, dan berkata: "Wahai Aba-al Hassan, belilah unta ini."

Ali berkata: "Saya tidak mempunyai wang." "Kamu boleh membayarnya pada bila-bila masa," kata Badwi itu. "Berapa harganya?" tanya Ali. "Tidak mahal, 100 dirham sahaja."

"Baiklah, saya beli," kata Ali yang kemudian meneruskan perjalanannya menuntun unta. Baru beberapa langkah Ali berjalan, seorang Badwi lain menghampirinya dan bertanya: "Hai Abu Hassan, adakah kamu hendak menjual unta ini?" "Ya," jawab Ali.

"Berapa?" Tanya Badwi itu. "300 dirham," jawab Ali.

"Baiklah saya beli," kata Badwi itu dan terus memberikan wang RM300 dirham kepada Ali.

Ali segera pulang ke rumah kerana hendak menceritakan peristiwa itu kepada Fatimah. Setibanya di rumah, Fatimah bertanya: "Apa yang kamu bawa itu wahai Abu Hassan?" "Wahai Fatimah, saya membeli seekor unta dengan harga 10 dirham, kemudian saya menjualnya dengan harga RM300 dirham," jawab Ali.

Seterusnya Ali pergi menemui Nabi s.a.w. di masjid. Melihat Ali sampai di masjid, Nabi tersenyum dan berkata: "Wahai Abu Hassan, adakah kamu mahu bercerita ataupun biarkan saya sahaja yang bercerita?"

"Kamu sahaja yang bercerita, wahai Rasulullah," kata Ali. "Hai Abu Hassan, tahukah kamu siapa orang Badwi yang menjual unta dan Badwi yang membeli unta daripada kamu tadi?" Ali menggeleng: "Tidak, Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu."

Nabi menjelaskan: "Berbahagialah kamu. Kamu meminjamkan enam dirham kepada Allah. Allah memberikan kembali kepadamu 300 dirham. Setiap satu dirham mendapat ganti 50 dirham. Orang Badwi yang pertama menemuimu itu adalah malaikat Jibrail dan yang kedua adalah malaikat Mikail."

II. TERJEMAHAN AL-QURAN TERBAIK DAN PENJAGAAN KESIHATAN

Terjemahan al-Quran yang dekat di hati saya sehingga kini masih Pimpinan Ar-Rahman, terbitan Darul Fikir yang diusahakan oleh Jakim. Versi jawinya, memang tebal, lebih 1,500 halaman, tetapi cukup memikat dan mengesankan sekali.

Saya rasa ia mungkin terjemahan terbaik dalam bahasa Melayu. Kitab besar ini diusahakan (diterjemah serta diberi penjelasan) oleh Sheikh Abdullah bin Muhammad Basmeih, yang dimulakan oleh Ustaz Faisal Othman, dan disemak dan disahkan oleh Dato' Muhammad Npor Ibrahim, bekas Mufti Kerajaan Negeri Kelantan. Cetakan pertamanya pada tahun 1968.

(Saya kira alangkah elok jika pihak penerbit dapat mengemaskinikan bentuk kitab ini, terutama dalam edisi rumi, yang lebih mesra pembaca. Untuk edisi jawi, rasanya sudah cantik. Kitab ini sepatutnya dimiliki oleh setiap rumah Muslim).

Bagaimanapun, untuk menghadiahkan kepada rakan-rakan sempena Ramadan saya berhasrat mencari yang lebih nipis dan ringan. Anak saya menunjukkan kitab terjemahan yang nampak menarik, terbitan Al-Hidayah House of Quran.

Penerbit berjaya

Pejabat penerbitnya dekat Batu Caves, berhampiran PTS juga. Saya pernah berurusan dengan pemiliknya, Kamaluddin Ibrahim, lama dahulu semasa saya aktif menerbitkan buku-buku politik dari rumah di Selayang Baru. Melihat senarai buku-buku best seller syarikatnya, ternyata beliau kini seorang penerbit yang cukup berjaya.

Lama tidak berjumpa dengannya. Namun dalam pertemuan Rabu lalu, kami lebih banyak bercerita soal kesihatan. Tentu sahaja hal pembedahan pintasan jantung saya dan perkembangan pemulihannya.

Kelihatan Kamal begitu berminat. Rupanya beliau mengikuti perkembangan saya melalui Harakah. Dia mencadangkan agar Harakah memperuntukan kolum khusus untuk kesihatan. Katanya, orang Melayu khususnya harus didedahkan dengan ilmu berkaitan penjagaan kesihatan, terutama sekali mengenai pemakanan yang sihat.

Saya segera teringat nasihat seorang ibu tua dari Surabaya, Indonesia, semasa menemani anak sulungnya menjalani rawatan angioplasti di sebuah pusat perubatan dekat KLCC.Ketika itu saya terbaring di katil, juga menunggu giliran masuk ke bilik bedah.

"Yang penting kena jaga ini," kata ibu peramah itu kepada isteri saya, sambil melekapkan jarinya ke mulut.

Jahatnya mulut

"Jahat ini.jahatnya mulut, di sinilah bermulanya bermacam-macam penyakit," tambahnya. Berdasarkan bual bicaranya, jelas dia mempunyai kefahaman yang tinggi terhadap penjagaan kesihatan. "Selain jaga mulut, exercise juga penting, malah amat penting," pesannya lagi.

Sepanjang menunggu - dilihat daripada riak dan geraknya di hadapan katil saya, beliau pasti gementar dan cemas - ibu tadi tidak henti-henti berdoa, menurut amalan agamanya, rasanya Kristian, dalam bahasa Melayu yang fasih. Anak lelakinya tersumbat hampir 100 peratus pada empat saluran darah ke jantung.

Sebaik anaknya disorong keluar, saya pula masuk, dan 30 minit kemudian, saya dimaklumkan bahawa operasi angioplasti ketiga saya itu gagal dan perlu "by-pass".

Semasa mengucapkan selamat tinggal kerana dia dan keluarganya harus bergegas balik ke Surabaya, ibu yang sudah kembali berwajah ceria itu berkata sambil tersenyum: "Moga ketemu lagi.tapi jangan di sini, ya."

Saya bersetuju apabila Kamal menyatakan budaya pemakanan orang Melayu perlu diperbetulkan. Katanya, lihat saja berapa ramai anak Melayu kini yang mengalami obesiti. "Ramai orang kita bukan saja gemuk, malah terlalu gemuk. Dan ia sudah satu keadaan yang biasa kita tengok di mana-mana."

"Apa tidaknya, pagi nasi lemak dengan ayam, tengahari nasi dengan ayam, malam nasi goreng dengan ayam. Di restoran pula order teh tarik gelas besar, dan kedai-kedai makan berlumba-lumba menawarkan jus gelas paling besar," tambahnya.

Kolum kesihatan dalam Harakah

Bukan Kamal seorang, ramai kawan-kawan lain juga, selain pembaca dari merata tempat, memberi cadangan agar Harakah memperkenalkan kolum khas tentang kesihatan. Media lain sudah ke hadapan, malah ada akhbar yang dicari kerana ruangan kesihatannya yang menarik dan begitu bermanfaat untuk panduan seharian.

"Maaf cakap, saya perhatikan ramai juga aktivis PAS, termasuk yang muda-muda nampak terlebih berat," telefon seorang yang menggelarkan dirinya Makcik Kedah, dari Gombak.

"Bersenam dan jagalah makan sikit, bukankah perjuangan kita masih panjang," tambahnya. Saya sekadar dapat mengiyakan, sambil dalam diam berazam untuk membuang segala tabiat buruk terutama berkaitan dengan pemakanan.

Kita terpaksa akur bahawa gejala penyakit kronik seperti diabetis, darah tinggi, kanser, kadar kolestrol yang tinggi dan serangan jantung tidak lagi mengenal usia dan profil pesakit.

Kalau dahulu sebahagian penyakit itu dikatakan hanya menyerang "orang kaya" dan berumur 40 tahun ke atas, tetapi tidak lagi sekarang. Data pada tahun 2007 menunjukkan lebih 3 juta rakyat Malaysia mempunyai kadar kolestrol yang tinggi.

Jangan ambil mudah diabetis

Strok boleh melumpuhkan anak-anak muda di bawah 30 tahun. Diabetis pula semakin "kejam" apabila anak-anak yang belum bersekolah pun tidak lagi selamat. Lima tahun lalu, dianggarkan 8 peratus penduduk Malaysia menghidap kencing manis dan tinjauan di hospital-hospital seluruh negara mendapati hanya 10.5 peratus pesakit diabetik berada dalam keadaan "under control". Seorang daripada 3 pesakit tidak menerima rawatan yang sepatutnya.

Sepanjang 20 tahun menghidap diabetik, selalunya semasa berjumpa doktor, saya selalunya akan ditanya soalan wajib, "jaga tak makan?"

Tersipu-sipu saya membalas perlahan, "jaga sikit-sikit."Mendengar alasan itu, doktor cepat membidas, "tak ada jaga sikit-sikit, itu tandanya awak tak jaga makan."

Mengenali rakan-rakan yang turut menderita penyakit sama, saya perhatikan majoriti daripadanya bukan "pantang makan" tetapi "pantang tengok!"

Ramai lagi yang langsung tidak mengetahui kaedah merawat diabetis. Meskipun kesannya cukup buruk, seperti kerosakan serius pada saraf, buta mata, dipotong kaki, kegagalan buah pinggang, tersumbat arteri, mereka - termasuk saya - mengambil mudah sehinggalah petaka benar-benar terjadi!

NOTA: Sumbangan untuk golongan yang memerlukan di bulan Ramadan ini boleh disalurkan kepada akaun Maybank 564025400533 (atas nama Parti Islam Semalaysia), yang diselenggarakan oleh Dewan Muslimat PAS Pusat dan Bilik Berita Harakah.

Harakahdaily/-

Maruah peneroka bukan RM350

6 Ramadhan 1431 H
http:episodeperjuangan.blogspot.com

1. Setelah masyarakat peneroka bangkit menuntut hak yang diperah oleh Felda selama ini sehingga peneroka bukan sahaja berani membawa kes tuntutan mereka ke mahkamah , bahkan mereka telah menang beberapa kes tuntutan terhadap Felda seperti di Felda Kemahang.

2. Felda juga berdepan dengan tuntutan hak RM 80 juta oleh pihak peneroka Felda di Moakil Labis . Saya mendapat maklumat akan ada beberapa daerah lagi selepas ini , peneroka Felda akan menfailkan tuntutan hak mereka setelah sekian lama keringat mereka diperah secara salah oleh pihak Felda.

3. Hak penempatan generasi kedua Felda mari belum diurus dan diselesaikan dengan baik termasuk layanan wajar belum diberikan kepada peneroka yang tidak menyerahkan pengurusan tanam semula ladang sawit mereka kepada Felda .

Peneroka yang tanam sendiri ladang mereka [ kerana tidak mahu lagi membelenggu diri dengan hutang baru setelah hutang lama memakan masa berpuluh tahun untuk diselesaikan ] seperti dianak tirikan .

4. Sejak sekian lama Felda berniaga dan membuat untung ratusan juta ringgit di atas keringat peneroka yang membanting tulang di ladang - ladang mereka tanpa mereka pula mendapat pulangan yang sewajarnya , malah hidup dibelenggu hutang yang dipaksa oleh Felda ke atas mereka , kini menyaksikan kebangkitan peneroka Felda dan generasi keduanya .

5. Gusar terhadap perkembangan ini , kerajaan pimpinan YAB Datuk Seri Najib Tun Abdul Razak mengisytiharkan penganugerahan "gula - gula" raya sebanyak RM 350 kepada peneroka yang bersama Felda dan RM 150 kepada peneroka yang tidak bersama Felda .

6. Inilah kali pertama sebagai generasi kedua Felda setelah menetap di Felda sejak tahun 1979 saya mendengar ada 2 kategori peneroka iaitu peneroka yang bersama Felda dan peneroka yang tidak bersama Felda .

Sebahagian peneroka menjadi anak emas mereka lalu dapat gula - gula besar bernilai RM 350 dan peneroka yang menjadi anak tiri mereka hanya mendapat gula - gula kecil bernilai RM 150 .

7. Sampai bila mereka mahu membiarkan peneroka - peneroka ini "rongak gigi" memakan gula - gula setiap kali menjelang musim dekat pilihanraya . Peneroka di alam "kanak -kanak" dulu bolehlah disuakan gula - gula agar mereka berhenti menangis dan menjerit . Kini peneroka sudah dewasa dan matang .

Mereka mula nampak hak mereka yang diragut malah menyedari bahawa hak mereka tidak sekadar berjumlah RM 350 atau RM 150 .

8. Saya menganggap pemberian gula - gula ini bukan hadiah Felda atau kerajaan sempenan hariraya tetapi satu penghinaan Felda atau kerajaan kepada rakyat menjelang hari raya dan pilihanraya .

9. RM 350 erti tidak sampai RM 1 satu hari untuk tempoh setahun . Bagaimana untuk sekian lama tempoh peneroka ditindas dan dinafikan hak mereka ?

Hari ini , anak - anak kita nak pergi ke sekolah , kalau hanya diberi RM 0.50 akan membuatkan si anak bermasam muka , kerana memikirkan apalah yang boleh dibeli olehnya dengan wang sebanyak RM 0.50 sehari kecuali air masak sejuk .

10. Kali ini Felda pula cuba membuatkan penerokanya bermasam muka dengan gula - gula bernilai RM 350 yang entah untuk tempoh berapa tahun ?

Peneroka sendiri tentunya tahu berapa nilai maruah mereka , malah saya yakin peneroka juga tahu bagaimana mahu mempertahankan maruah mereka . Apa yang pasti , Maruah peneroka Felda bukan sekadar RM 350.

Harakahdaily/-

Umno Selangor semakin murah

6 Ramadhan 1431 H
Oleh: Roslan SMS

Isu Umno mahu mempolitikkan masjid di bulan Ramadhan ini terus hangat. Siang tadi saya menerima panggilan bertalu-talu dari berbagai pihak menyatakan bantahan terhadap cadangan Umno Selangor untuk mengadakan majlis berbuka bersama PM (yang juga Pengerusi Badan Perhubungan Umno Selangor) di Masjid Nurul Ehsan, Kg Medan, Petaling Jaya.

Malah petang tadi saya telah menemani Pesuruhjaya PAS Selangor Dato Dr Hasan Ali bersama Setiausaha Perhubungan PAS Selangor, Sdr Khairuddin Othman bertemu dengan Dato' Menteri Besar di rumah beliau bagi melahirkan kebimbangan PAS Selangor terhadap apa yang berlaku.

Sedang kami berada di rumah MB berbagai pihak bertandang ke masjid berkenaan termasuklah kontraktor yang mahu memasang khemah tetapi dihalang oleh pihak pimpinan masjid. Pimpinan Umno Selangor turut berada di masjid kononnya untuk berunding.

Tanpa segan-silu mereka mengguna dan menjual berbagai nama untuk melanggar masuk mengguna masjid, termasuklah nama MB, EXCO Agama malah nama istana pun turut dibabitkan.

Mujurlah pihak pimpinan masjid menghadapi isu ini dengan tenang dan membenarkan kami dan MB merundingkan suatu penyelesaian terbaik demi mengelak sebarang kejadian yang tidak diingini.

Hakikatnya Umno Selangor mahu guna masjid. Surat permohonan atas nama parti itu diserahkan kepada Nazir masjid. Pihak masjid keranan menjunjung titah Tuanku Sultan telah menolak permohonan itu kerana masjid tidak boleh digunakan bagi tujuan politik.

Itu bukan arahan MB atau EXCO Agama, itu perintah Tuanku sendiri. Jangankan Umno, PAS dan PKR pun tidak pernah membuat sebarang permohonan begitu untuk guna masjid di Selangor ini!

Saya masih ingat semasa Muktamar Tahunan PAS di Shah Alam tahun lalu, Pengarah JAIS mentah-mentah menolak permohonan bagi membenarkan YAB Mursyidul Am dan YB Presiden PAS berkhutbah dimana-mana masjid di Selangor. Lalu apa istimewanya Umno yang merupakan parti pembangkang di Selangor ini?

Kalau pusat-pusat, kemudahan dan bangunan milik kerajaan Persekutuan, pimpinan kerajaan negeri diharamkan menjejak kaki, apa pula istimewa Umno di pusat-pusat, kemudahan dan bangunan milik negeri.

Saya difahamkan apabila ditolak oleh Nazir, maka Umno Selangor mengguna apa sahaja talian hayat yang tinggal pada mereka, walaupun tanpa mengiku peraturan untuk memastikan agenda mereka itu dapat diteruskan juga. Surat Umno ditukar dengan surat dari Pejabat PM dan kali ini diserah terus kepada JAIS.

Apakah mereka ini sudah hilang pertimbangan sehingga menjadi jahil dan buta peraturan. Mengapa dari awal tidak buat permohonan rasmi?

Jika PM mahu turun sepatuntnya Pejabat PM menghubungi Pejabat MB, tidakkah itu sopan dan mengikut saluran namanya? Kenapa perlu digunakan surat berkepala Umno, ditandatangani oleh SU Kerja Umno Negeri dialamatkan kepada Nazir.beginikah cara Umno mengurus diri mereka?

Akhirnya setelah berunding, kata putusnya pihak negeri memberikan laluan tetapi bersyarat. Antaranya tiada sepanduk dan bendera Umno dibenar dikibarkan, tiada ucapan politik, semua pimpinan setempat termasuklah ahli parlimen, ADUN, ahli majlis dan lain-lain mesti diundang dan paling penting sekali majlis itu nanti mesti dianjurkan oleh pihak JAIS dan bukan parti politik.

Saya mendengar sendiri arahan yang diberi oleh Dato MB kepada Dato Setiausaha Kerajaan Negeri melalui telefon. Kemudiannya Dato Hasan menghubungi Nazor masjid memberikan arahan yang sama, kata Dato Hasan yang dibenar memberi ucapan adalah Nazir dan PM.

Malah apabila saya bertanya kepada Dato MB, bagaimana jika Noh Omar berucap, bagaimana jika Ezam Md Nor berucap? Kata Tan Sri mereka tiada tauliah, tidak boleh, jika bercakap juga kita tangkap!

Walaupun berat kita terima keputusan negeri, tetapi kita wajib memastikan yang pihak pemohon mematuhi semua peraturan yang disebutkan di atas.

Kepada ahli kariah Masjid Nurul Ehsan, raikanlah mereka tetapi berwaspada jika ada pihak-pihak lain selain yang dibenarkan itu berucap,ambil tindakan.

Harakahdaily/-

Polis lempar kasut kepada KM Kashmir

6 Ramadhan 1431 H

Ketua Menteri Jammu dan Kashmir Omar Abdullah tidak menjangka seorang pegawai kanan polis akan melempar kasut kepadanya sewaktu perhimpunan hari kemerdekaan India di Srinagar.

Seorang penolong sub-inspektor membaling kasut kepada Omar, di Srinagar, ibu negeri Jammu dan Kashmir, semasa perbarisan hari kemerdekaan ke-64 di stadium Bakshi hari ini.

Kasut itu dilaporkan tidak mengenai Omar dan polis itu terus ditahan oleh pegawai keselamatan ketua menteri, lapor saluran televisyen India.

"Saya tidak kecewa jika seorang individu membuat bantahan. Kenyataannya bahawa dia baling kasut dan bukan batu menjelaskan semuanya," kata Omar, 40, laporan saluran tempatan.

Lembah Kashmir yang indah telah dirosakkan oleh rusuhan politik yang teruk dalam beberapa bulan ini berikutan para perusuh yang marah beralih kepada melontar batu di banyak bahagian di bandar raya.

Lebih 50 orang, kebanyakannya remaja, mati di Kashmir sejak dua bulan lalu berikutan ketegangan yang memuncak dengan keganasan pro kemerdekaan menggegarkan wilayah itu.

Insiden itu berlaku hanya beberapa hari selepas Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mengalami keadaan yang sama semasa berucap dalam perhimpunan umum di London.

Sekarang, di tanah air, Omar menambah kepada satu lagi senarai mangsa yang termasuk Menteri Dalam Negeri India P. Chidambaram, yang hampir terkena balingan kasut daripada seorang wartawan di New Delhi.

Di Srinagar, sambutan perayaan itu sekali lagi dicemari dengan beberapa protes jalanan yang melaung-laungkan slogan anti-India.

Sebelum itu, di ibu negara, Perdana Menteri Manmohan Singh dalam ucapannya kepada penduduk negara itu berkata Kashmir merupakan sebahagian daripada India dan kerajaannya bersedia untuk berbincang dengan setiap individu atau kumpulan yang tidak menyokong keganasan.

"Kashmir adalah bahagian India yang penting. Dalam lingkungan rangka kerja ini, kami bersedia untuk bergerak ke depan dalam sebarang perbincangan yang akan meningkatkan perkongsian manusia biasa dalam urus tadbir dan juga meningkatkan kebajikan mereka," kata Manmohan.

Malaysiakini/-

Remaja dakwa dipukul polis sebelum disaman

6 Ramadhan 1431 H

Seorang remaja lelaki mendakwa patah pergelangan tangan kanan dan jari kelingking selepas dibelasah empat anggota polis, sebelum disaman atas kesalahan lalu lintas, di sebuah stesen minyak di Jalan Kuala Kedah dekat sini, lewat malam Rabu lepas.

Mohd Asri Ismail, 18, berkata dalam kejadian yang berlaku kira-kira jam 12.30 malam itu, dia sedang mengisi minyak sebelum dihampiri empat lelaki berkenaan yang tiba-tiba bertindak memukul kepalanya.

"Saya tidak sempat bertanya kesalahan yang saya lakukan kerana mereka terus memukul saya di kepala menggunakan topi keledar. Saya cuba mengelak dengan menahan tangan kanan di kepala supaya kepala tidak cedera.

"Saya langsung tidak menyedari dari mana mereka mengekori saya," katanya ketika ditemui pemberita di rumahnya di Alor Star hari ini.

Beliau berkata selepas dibelasah, barulah tiga saman dikeluarkan kepadanya kerana melanggar lampu merah, tiada lesen memandu dan peralatan motosikal yang ditunggangnya tidak lengkap.

Berikutan kejadian itu, Mohd Asri telah membuat laporan di Ibu Pejabat Polis Daerah Kota Setar.

Bapanya, Ismail Ali, 52, berkata dia tidak kisah jika anaknya disaman kerana Mohd Asri mungkin melakukan kesalahan, namun apa yang dikesalkan ialah tindakan anggota polis memukul mangsa sehingga cedera.

"Tindakan yang mereka lakukan terhadap anak saya ini terlalu kejam. Saya sangat kesal dengan tindakan mereka," katanya.

Sementara itu, Ketua Polis Daerah Kota Setar ACP Abdul Ghafar Rajab berkata beliau akan meneliti semula laporan kes tersebut dan tidak teragak-agak untuk mengambil tindakan jika anggota terbabit didapati bersalah.

"Sekiranya siasatan yang dijalankan mendapati anggota itu bersalah, kita akan mengambil tindakan kerana kita tidak akan berkompromi dengan anggota yang bertindak sedemikian," katanya.

Malaysiakini/-

5,000 pekerja asing bertindak agresif ekoran kematian rakan

6 Ramadhan 1431 H

Lebih 5,000 pekerja asing sebuah kilang elektronik di Kawasan Perindustrian Tebrau, Johor Bahru, hari ini berkumpul dan bertindak agresif termasuk membaling kerusi selepas menyangkakan kematian seorang rakan mereka disebabkan kelewatan majikan menghantarnya ke hospital.

Dalam kejadian selama tujuh jam mulai pukul 7 pagi di asrama pekerja itu, kumpulan pekerja asing rakyat Myanmar, Bangladesh, Nepal dan India berkenaan turut membaling sampah sarap sebagai tanda protes terhadap majikan mereka.

Ketua Jabatan Siasatan Jenayah Johor Datuk Amer Awal yang ditemui di tempat kejadian berkata siasatan mendapati kesemua pekerja asing itu tersalah faham mengenai kematian rakan mereka.

"Sebenarnya rakan mereka yang berumur 20 tahun itu telah merahsiakan mengenai demam panas yang dialaminya dari majikan dan pihak pengurusan sebelum akhirnya bersetuju untuk ke hospital pagi tadi.

"Bagaimanapun, akibat lewat ke hospital, lelaki rakyat Nepal itu meninggal dunia di Hospital Sultan Ismail kira-kira pukul 7 pagi," katanya.

Beliau berkata kematian itu menyebabkan rakan-rakannya menyangkakan dia mati akibat kelewatan majikan memabawanya ke hopital lalu berkumpul dan membuat bising di asrama itu bagi menyatakan ketidakpuasan hati.

Amer berkata kesemua pekerja berkenaan berjaya disuraikan kira-kira pukul 2 petang tanpa sebarang kecederaan dan dikawal sepenuhnya oleh polis dan Pasukan Simpanan Persekutuan (FRU).

Beliau berkata polis tidak membuat sebarang penahanan dalam kejadian itu dan telah menghubungi Kedutaan Nepal di Kuala Lumpur berhubung tuntutan mayat pekerja itu.

Malaysiakini/-

16 Ogos 2010

China Berkabung Sehari untuk Mangsa Bencana Banjir Lumpur


5 Ramadhan 14341H.

Untuk menyatakan rasa duka cita kepada mangsa-mangsa bencana banjir lumpur yang dahsyat yang melanda Zhouqu, provinsi Gansu, Dewan Negara China memutuskan mengadakan upacara perkabungan kebangsaan pada hari ini. Bendera kebangsaan di seluruh negara, Kedutaan Besar dan Konsulat di luar negara akan dikibarkan setengah tiang bagi menyatakan takziah. Selain itu, semua aktiviti hiburan akan dihentikan sementara.

Menurut maklumat terkini Jabatan Pimpinan Tindakan Menyalamat di Zhouqu Gansu, setakat pukul 4.00 petang 14 Ogos lepas, bencana banjir lumpur yang dahsyat yang melanda Zhouqu meragut 1,239 nyawa dan 505 lagi masih belum ditemui.

Menurut Agensi Berita Xinhua, setakat semalam, seramai 9,852 orang mangsa di kawasan bencana Zhouqu telah dipindah ke tempat yang selamat. Antaranya, tiga buah tempat penempatan mangsa yang tetap yang ditubuhkan di Zhouqu sudah beroperasi menampung 1,552 orang. Selain itu, lebih 8,300 orang diatur berpindah ke rumah saudara mara atau kawan-kawan mereka.CRI/-

Najib sudah terdesak, pujuk Kaum Cina agar mempercayai beliau sebagai pemimpin yang menjaga kepentingan mereka.

5 Ramadhan 14341
Drs. Khalil Idham Lim

Kelmarim PM 1Malaysia membuat kejutan dengan membuat membuat rayuan kepada komuniti Cina di negara ini agar mempercayai beliau sebagai pemimpin yang menjaga kepentingan mereka.Satu tindakan yang saya anggap terdesak oleh seorang pemimpin yang sudah hilang punca dan arah untuk menarik sokongan bangsa Cina bagi mengekalkan kuasa BN.

Berucap pada kongres Ekonomi Cina di Kuala Lumpur, Najib berkata seperti ayahnya, beliau adalah juga pemimpin kepada semua rakyat Malaysia dan akan melakarkan apa yang terbaik kepada semua.

Selepas menyentuh mengenai Model Baru Ekonomi, Rancangan Malaysia Kesepuluh dan Program Transformasi Kerajaan pada ucaptaamanya itu, Najib berkata beliau memerlukan 'kritikan membina' daripada semua pihak, termasuk Umno, MCA dan parti komponen BN yang lain.

“Seperti leluhur saya, saya akui saya adalah pemimpin untuk semua rakyat Malaysia. Keprihatinan anda adalah keprihatinan saya - bukan sebaliknya.

“Saya telah diamanahkan dengan tanggungjawab untuk melakarkan apa yang terbaik untuk masa depan bersama kita. Tetapi saya hanya boleh berjaya dengan sokongan aktif dan penyertaan anda.”

Katanya, masyarakat Cina perlu berperanan penting dalam membantu menjadikan Malaysia sebuah negara berpendapatan tinggi.

Pujukan yang dibuat oleh Najib menghisai politik tanah air yang menyaksikan kaum Cina terus menolak perjuangan sempit MCA, satu parti yang satu masa dulu dikatakan mewakili kaum itu.

Penolakan kaum Cina kepada gerakan di Pulau Pinang sehingga memberi laluan kepada Pakatan Rakyat menerajui kerajaan negeri Pulau Mutiara itu membuktikan orang Cina sudah sangat bosan dan tidak percaya dengan perjuangan yang dilakukan oleh parti-parti Cina dalam komponen BN.

Malah tsunami politik dalam PRU ke 12 juga merupakan berubahnya sokongan majoroti kaum Cina kepada calon-calon dari pakatan Rakyat sehingga kemputusan PRU tersebut menghasilakan 4 negeri yang selama ini dikuasai oleh BN berubah kepada pakatan rakyat iaitu, Kedah, Pulau Pinang, Perak dan Selangor disamping terus kekal di Kelantan.

Pakatan Rakyat juga menafikan majoriti 2/3 BN di parlimen. Sesudah itu beberapa siri Piliharaya kecil (PRK) menyaksikan sokongan orang Cina kepada pakatan rakyat terus kekal malah bertambah. Terakhir BN dimalukan di PRK Sibu walaupun Najib meyogok kepada sekolah Cina sebanyal 18 Juta dan menjanjikan 5 juta lagi pada malam terakhir kempen.Calon BN tetap dimalukan untuk sekian kalinya.

Ucapan manis oleh Najib tidak akan melupakan trgedi pada satu masa yang tercatat dalam sejarah politik tanah Air bila Najib pernah mengucapkan sesuatu yang sangat mengguris hati orang Cina.

Apakah PRU ke 13 semakin hampir bila najib sudah sampai ke tahap sekarang dengan cuba pujuk memujuk kaum Cina supaya yakin kepada nya. Seingat saya inilah sejarah dan satu-satunya pemimpin UMNO yang ditolak oleh rakyat sehingga kena bertindak memujuk rakyat supaya menyokongnya.

Refleksi Ramadhan : Hukum-Hukum yang Berkaitan Dengan Puasa

5 Ramadhan 1431H.
Oleh : Syaikh

RENUNGAN KEENAM

Hukum-Hukum yang Berkaitan Dengan Puasa

Berbicara tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan puasa cukup luas, karenanya saya angkat masalah ini secara ringkas.

Pertama: Penetapan masuknya bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan ditetapkan setelah bulan Sya’ban genap 30 hari, atau setelah terlihatnya hilal awal Ramadhan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا رَأَيْتُمُوْهُ فَصُوْمُوْهُ، وَإِذَا رَأَيْتُمُوْهُ فَأَفْطِرُوْا، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوْا لَهُ.

“Apabila kamu sekalian melihat hilal awal bulan Ramadhan, maka berpuasalah, dan apabila kamu sekalian melihat hilal awal bulan Syawwal maka berhari rayalah, jika kamu tidak bisa melihatnya (karena mendung) maka sempurnakanlah (hitungan bulan).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Pada lafazh lain dikatakan,

صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوْا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِيْنَ يَوْمًا.

“Berpuasalah kamu sekalian apabila melihatnya (hilal awal Ramadhan) dan berhari rayalah apabila kamu melihatnya (hilal awal Syawwal), jika kamu tidak melihatnya, genapkanlah bulan Sya’ban 30 hari.” (HR. Al-Bukhari).

Bulan Ramadhan hanya bisa ditetapkan dengan ru’yat (melihat hilal) tidak dengan yang lainnya, dengan mimpi contohnya, sebagaimana Al-’Iraqi telah menceritakan dalam Tharhit Tatsrib bahwa Al-Qadi Husain –ahli fiqih madzhab Asy-Syafi’i– datang kepadanya seorang laki-laki sambil berkata, “Saya bermimpi melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata kepadaku, ‘Malam ini malam bulan Ramadhan (malam pertama),” maka Al-Qadi Husain berkata, “Sesungguhnya apa yang kamu lihat di mimpi itu, para sahabat melihatnya dengan mata kepalanya (bukan mimpi), dan dikatakan kepada mereka,

صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ.

“Berpuasalah kamu bila melihatnya dan berhari rayalah kamu bila melihatnya.” (HR. Al-Bukhari Muslim).

Tidak diperbolehkan –menurut pendapat yang kuat– seseorang berpuasa di hari terakhir bulan Sya’ban dengan dalil jaga-jaga atau hati-hati agar tidak kebablasan. Adapun puasa-nya di hari tersebut karena faktor kebetulan saja di mana senantiasa berpuasa seperti puasa Senin Kamis, puasa Daud (puasa selang sehari) maka hal tersebut tidak apa-apa, sebagaimana dikatakan dalam hadits shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لاَ يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدُكُمْ رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمَهُ فَلْيَصُمْ ذَلِكَ الْيَوْمَ.


“Tidak diperbolehkan salah seorang dari kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari, kecuali kalau dia harus berpuasa pada hari itu karena kebiasaannya, maka berpuasalah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Kedua: Niat

Di dalam berpuasa diharuskan adanya niat, sebagaimana diriwayatkan Ashabus Sunan dan Ibnu Khuzaimah dengan sanad yang shahih dari Hafsah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ.

“Siapa yang tidak berniat puasa di malam harinya sebelum fajar, maka tidak sah puasanya.” (HR. Ashabus Sunan, Ibnu Majah).

Adapun di dalam berpuasa sunnah tidak diwajibkan niat di malam harinya, boleh saja dia berniat di malam atau di siang harinya, umpamanya dia berniat setelah terbit matahari maka puasanya sah.

Dalam masalah berniat ini ada dua catatan penting:

Sebagian orang merasa terganggu atau bimbang dalam masalah niat. Perasaan seperti ini sangat membahayakan, kita lihat sebagian mereka merasa ragu-ragu dalam berniat puasa kemudian jadilah beban pikirannya, ini adalah bisikan iblis yang harus dihindari oleh orang yang berpuasa, karena bagi seorang muslim dengan masuknya bulan Ramadhan lantas ia berniat hendak berpuasa pada bulan Ramadhan semuanya, itu sudah cukup.

Bahwa malam yang dimaksud adalah mencakup semua waktu sampai terbit fajar, seandainya ada seseorang tidur, ia tidak tahu, bahwa malam itu malam Ramadhan, dan baru ia sadar setelah bangun beberapa menit sebelum terbit fajar, kemudian makan sahur apa adanya lalu berpuasa, hal tersebut cukup baginya, karena yang dimaksud dengan niat berpuasa bukan mesti dilakukan sebelum tidur, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang bodoh.

Ketiga, Sahur.

Nabi shallallahu ‘alaihui wasallam menganjurkan sekali untuk sahur, sebagaimana dinyatakan dalam haditsnya yang shahih,

تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةً.

“Makan sahurlah kamu, karena sahur itu mengandung berkah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam shahih Muslim, dari Amr bin ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihui wasallam bersabda,

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِكُمْ وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكَلَةُ السَّحُرِ.

“Perbedaan antara puasa kita (muslim) dengan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim).

Jadi Yahudi dan Nashara mereka tidak sahur, maka untuk menyelisihi mereka, Nabi shallallahu ‘alaihui wasallam mengajarkan orang-orang mukmin makan sahur, oleh karenanya berupayalah sedapat mungkin sekalipun seteguk air.

Keempat, Berbuka.

Disunnahkan menyegerakan berbuka, dan mengakhirkan sahur, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihui wasallam dalam hadits Muttafaq ‘Alaih,


لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ.


“Orang-orang akan senantiasa mendapat kebaikan selagi mereka segera berbuka.” (HR. Muttafaq ‘Alaih).

Dalam hadits shahih yang lainnya dari Abbas dan yang lainnya dikatakan,


لاَ يَزَالُ أُمَّتِيْ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ وَأَخَّرُوا السَّحُوْرَ.


“Umatku senantiasa berada dalam kebajikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.” (HR. Ahmad).

Rasulullah shallallahu ‘alaihui wasallam bersabda, “Berfirman Allah Ta’ala,


أَحَبُّ عِبَادِيْ إِلَيَّ أَعْجَلُهُمْ فِطْرًا.


“Hambaku yang paling Aku cintai, orang yang segera berbuka.” (HR. Ibnu Majah dan At-Tirmizi).

Di dalam Shahih Muslim, bahwa Aisyah radhiallahu ‘anha ditanya mengenai dua sahabat Nabi shallallahu ‘alaihui wasallam, salah satunya mengakhirkan berbuka dan mengakhirkan shalat, dan yang satu lagi menyegerakan berbuka dan shalat, sahabat manakah yang afdhal (ibadahnya)? Aisyah menjawab, “Orang yang menyegerakan berbuka dan shalatnya itulah yang afdhal.” (HR. Muslim).

Oleh karenanya, orang yang berpuasa hendaknya segera berbuka bila yakin matahari telah terbenam, dan hendaknya berbuka dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada maka dengan kurma, jika tidak ada berbukalah dengan beberapa teguk air, sebagaimana yang diriwayatkan dalam haditsnya yang sahih: “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihui wasallam berbuka puasa dengan beberapa ruthab (kurma basah), jika tidak mendapatkannya ia berbuka dengan beberapa kurma, jika tidak mendapatkannya ia berbuka dengan beberapa teguk air.” (HR. Abu Daud, Ahmad, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi).

Dan disunnahkan di saat berbuka untuk berdoa,


ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ.


“Hilanglah dahaga, urat-urat pun menjadi basah, dan pahala pun pasti insya Allah.”

Doa tersebut adalah doa yang paling shahih yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihui wasallam tidak terdapat doa ifthar yang datang dari Nabi selain itu. Disunnahkan juga di saat ifthar untuk berdoa apa saja yang ia kehendaki baik kebaikan di dunia atau di akhirat kelak.

Kelima: Hal-hal yang membatalkan puasa

Makan, Minum dan Bersenggama

Jika orang yang berpuasa sengaja makan, minum serta bersenggama, tidak ada unsur keterpaksaan atau lupa, maka puasanya fasid (batal). Hal tersebut karena berdasarkan nash (teks) Al-Qur'an dan Ijma’ para ulama. Allah Ta’ala berfirman, “Allah mengetahui bahwasannya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam.” (Al-Baqarah: 187).

Siapa yang makan dan minum di siang Ramadhan dengan sengaja ia harus segera bertaubat dan beristighfar, dan wajib mengqadha’nya (menggantinya) dan tidak ada kifarat baginya. Begitulah menurut pendapat yang kuat.

Adapun orang yang bersenggama pada siang hari di bulan Ramadhan, baginya ada empat hal:

Meneruskan puasanya, karena tidak termasuk berbuka yang masru’ (disyari’atkan).

Harus bertaubat dan berinabah (kembali) kepada Allah, karena termasuk dosa besar.

Harus mengqadha’nya (menggantinya) di hari-hari yang lain.

Harus membayar kifarat (tebusan) yaitu memerdekakan hamba sahaya, jika tidak ada, berpuasa dua bulan berturut-turut, jika tidak mampu, maka memberi makan 60 orang miskin, jika masih tidak mampu, tidak ada kifarat baginya.

Sengaja Muntah

Maksudnya seseorang sengaja mengeluarkan makanan atau minuman dari dalam perutnya, dengan memasukkan jari ke mulutnya, atau mencium sesuatu yang membuat dia mual-mual atau dengan cara lain. Maka jika ia lakukan seperti ini fasad (batal) lah puasanya dan wajib mengqadha’nya.

Adapun muntahnya bukan karena faktor keinginan dirinya atau sengaja, maka puasanya sah dan tidak harus mengqadha’nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihui wasallam bersabda,

مَنِ اسْتَقَاءَ فَلْيَقْضِ وَمَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلاَ قَضَاءَ عَلَيْهِ.


“Siapa yang muntah dengan sengaja maka wajib qadha’, dan siapa yang muntah tanpa sengaja maka tidak wajib qadha baginya.” (HR. Abu Daud, dan Imam At-Tirmidzi).

Syaikh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan dalam kitabnya “Haqiqatus Shaum” hadits tersebut hadits shahih.

Haidh dan Nifas

Maksudnya apabila seorang wanita mendapati darah haidh dan nifas, batallah puasanya, berdasarkan ijma’, diriwayatkan dari hadits Aisyah radhiallahu ‘anha:

كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلَاةِ.

“Kami pernah mengalami hal tersebut, kemudian kami diperintahkan (Rasul shallallahu ‘alaihui wasallam) untuk mengqadha’ puasa, dan tidak diperintahkan mengqadha’ shalat.” (HR. Muslim dan Imam Turmizi).

Demikianlah yang masyhur (populer) hal-hal yang membatalkan puasa. Termasuk dalam hal ini makna yang terkait dengan point di muka, seperti suntikan yang mengenyangkan yang membuat dirinya tidak butuh makan dan minum, hal ini membatalkan puasa, dikarenakan termasuk pada makna (nilai) makan dan minum, begitu juga istimna (onani) karena termasuk pada makna jima’, dan sebagainya.

Wanita di Bawah Naungan Islam : Titik Permulaan

5 Ramahdhan 1431H.
Oleh : Said Abdul Aziz al-Jandul

Barangkali di antara perkara yang penting di dalam kehidupan suami-istri (berkeluarga), kalau pun bukan yang terpenting, adalah memilih calon istri dengan melihat kepada sisi fisik dan moral (akhlak), sekali pun sisi kecantikan wajah, banyak harta dan nasab yang jelas, kalau saja semua kriteria ini terpenuhi atau sebagiannya saja yang disertai dengan akhlak mulia, tentu merupakan kebaikan di atas kebaikan. Adapun jika kriteria-kriteria itu tidak semuanya terdapat pada sang calon atau hanya terdapat sebagiannya, maka sesungguhnya budi pekerti yang luhur dan akhlak mulia harus dijadikan prioritas utama, karena perempuan yang mempunyai budi pekerti yang luhur dan akhlak yang mulia akan selalu dapat dipercaya untuk menjaga diri, harta suami dan pendidikan anak-anaknya. Maka dari itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, sebagaimana disebutkan di dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu :-

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.

“Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, yaitu: karena hartanya, nasabnya (keturunannya), kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah perempuan yang komitmen kepada agamanya niscaya kamu beruntung.”

Oleh karena suatu hal yang sangat penting diketahui, yaitu mengenal calon istri dari sisi intilijensi, karena sifat-sifat fisikis dan moral itu biasanya berpindah dari kedua ibu bapak kepada anak-anaknya secara keturunan, maka dari itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

تَخَيَّرُوْا لِنُطْفِكُمْ فَإِنَّ الْعَرَقَ دَسَّاسٌ.

“Pilihlah (istri) untuk anak keturunan kamu, karena masalah keturunan itu sangat peka.”

Dan hak lelaki yang akan meminang adalah mencari tahu semua sifat yang terpuji dan lainnya yang ada apada seorang perempuan (calon), begitu pula hak perempuan adalah meneliti segala sesuatu yang berkaitan dengan seluk beluk kehidupan lelaki yang melamarnya.

Satu perkara penting yang diingatkan Islam kepada kita, yaitu menikah dengan perempuan remaja yang tumbuh di dalam keluarga yang secara moral menyimpang (broken home), karena hal itu berpengaruh besar di masa yang akan datang terhadap kehidupan suami istri, bahkan tehadap keluarga secara keseluruhan. Oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِيَّاكُمْ وَخَضْرَاءَ الدِّمَنِ. قَالُوْا: وَمَا خَضْرَاءُ الدِّمَنِ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الْبِنْتُ الْحَسْنَاءُ فِي الْمَنْبِتِ السُّوْءِ.

“Jauhilah perempuan khadhra’ud diman.” Para shahabat bertanya, “Hai Rasulullah, apa yang dimaksud perempuan khadhra’ud diman?” Beliau menjawab, “Gadis cantik jelita yang dibesarkan di keluarga yang buruk.”