22 April 2009

salah siapa kah ini ?


salah siapa kah ini, Renung-renung kan lah.... (soalan no 2).

Zamri Kecik's.

Mengenang 757 Tahun Rumi: GURU SPIRITUAL PELOPOR PERDAMAIAN DUNIA

Liza Wahyuninto
http://celaledinwah yu.blogspot. com/

Sudah hampir 6 abad atau tepatnya 576 tahun lalu, tanggal 16 Desember 1251, sosok yang mendirikan aliran Maulawiyah ini meninggalkan dunia dengan segala kefanaannya. Namun nama dan karya-karyanya selalu menjadi pembicaraan yang tidak pernah ada habisnya. Kekaguman akan puisi maupun gazalnya, menempatkan dirinya sejajar pada deretan nama-nama tokoh satra terkenal di dunia.

Maulana Jalaluddin Rumi, begitulah namanya. Putra dari Bahauddin Walad yang diramalkan oleh Fariduddin al-Attar kelak akan menjadi sang guru siritual bagi dunia di masa depan. Dan tidak salah ramalan sang penulis karya “Musyawarah Burung” tersebut, Rumi hingga kini masih digandrungi baik karya-karyanya maupun pemikirannya.

Sejak kecil Rumi sudah akrab dengan peperangan, dan begitu merindukan perdamaian dan kemerdekaan. Invansi besar-besaran yang dilakukan oleh bangsa Mongol pada wilayah Asia bagian selatan menuntut Rumi kecil dan keluarga berpindah-pindah hingga akhirnya menetap di dataran Konya, Turki. Kehadiran Rumi dan keluarga di Konya disambut hangat oleh masyarakat, sampai akhirnya sepeninggal ayahnya, ia diangkat oleh raja menjadi guru spiritual.

Ajaran Rumi begitu mudah diterima oleh masyarakat, hal ini juga tidak mengherankan karena sedari kecil Rumi memang sudah akrab dan berada di lingkungan para sufi (darwis). Akan tetapi, faktor pendukung kenapa Rumi begitu mudah ajarannya diterima oleh masyarakat yaitu dikarenakan pada masa itu peperangan terjadi di mana-mana hingga membuat kejiwaan manusia pada zamannya mengalami sebuah ketakutan yang luar biasa. Rumi kemudian mengenalkan ajarannya lewat tarian sama’ untuk mencapai suatu ekstase. Ekstase inilah yang kemudian menjadi sorotan utama masyarakat hingga melupakan ketakutan-ketakutan yang menimpa mereka. Meskipun ada faktor lain, namun yang begitu faktor inilah yang lebih mencolok.

Rumi, Karya dan Perdamian Dunia


Sebagaimana tokoh-tokoh sufi lainnya, Rumi begitu mencintai keteraturan dan perdamaian. Perluasan wilayah yang dilakukan oleh bangsa Mongol secara kejam, mengetuk hati Rumi untuk menuangkan beberapa pemikirannya mengenai perdamaian. Dalam karya-karyanya, Rumi tidak hanya berpuisi dalam hal ini, beberapa gazal-gazal yang diciptakannya juga menceritakan kekejaman bangsa Mongol. Bagi Rumi, karya-karyanya ini merupakan kritik terhadap Mongol. Dalam sejarah hidupnya, Rumi hanya tercatat sekali mengangkat senjata untuk melawan Mongol sebelum kemudian ia diangkat menjadi penasehat oleh raja Mongol.

Masa kecil Rumi sesungguhnya mengalami beberapa kali terjadi pertempuran yang penuh kekerasan. Selama awal abad tiga velas, kota-kota utama di bagian Timur Khurasan acapkali terjebak dalam pergantian kekuasaan yang kejam d antara anggota-anggota suku Ghurid, Khawarezmian, dan Qarakhanid. Rumi menggambarkan ketentraman sosial yang bersifat kebinatangan di bawah Khawarazmsyah. Dalam Diwan-I ia berkata, “Kata adalah anak panah, lidah adalah busur orang-orang Khawarazmsyah” . Keadaan yang suram ini kemudian diperburuk menjadi kehancuran total ketika bangsa Mongol mulai mengadakan penyerangan secara serius ke berbagai wilayah sekitar 1220.

Kehidupan Rumi di tengah peperangan dan penindasan ikut pula mempengaruhi karya-karyanya. Tidak jarang dalam karya-karyanya ia mengungkapkan ketidak sepakatannya dalam hal penindasam terhadap kaum lemah. Karya-karya Rumi yang terangkum dalam Matsnawi merupakan pemikiran cemerlangnya mengenai kehidupan manusia. Di dalam karyanya tersebut, ia bercerita sosial politik, kebudayaan, spiritual, pendidikan dan lain-lain. Karena luasnya pemikiran Rumi dalam karya-karyanya, bangsa Persia menyebutkan, ”jika ada kitab suci setelah al-Qur’an, maka kitab itu adalah Matsnawi”.

Sebagai guru spiritual yang menggantikan posisi ayahnya, Rumi begitu dekat dengan kerajaan. Tidak jarang raja meminta nasehat atau pertimbangannya dalam menentukan kebijakan yang diambil. Namun, meskipun demikian tidak membuat Rumi lupa daratan, ia sama sekali tidak tertarik pada jabatan. Rumi memang berbeda dengan al-Ghazali, ia (baca : Rumi) lebih dekat dengan harta dan ia menggunakannya untuk kegiatan spiritualnya, sedangkan al-Ghazali begitu menghindari harta karena takut akan kesyubhatannya. Perbedaan yang mencolok ini tidak berpengaruh pada ketokohannya, karena keduanya bergerak pada bidangnya masing-masing.

Ajaran Rumi mengenalkan tarian sama’ atau whirling darwisy (tarian darwis berputar) untuk mencapai ekstasenya. tarian inilah yang aliran yang diciptakan oleh Rumi dengan aliran tasawuf yang lain. lewat tarian sama’, Rumi memasukkan inti sari dari ajarannya, yaitu penyatuan diri dengan Tuhan.

Karya-karya Rumi pada era modern hingga hari ini masih menarik untuk dikaji oleh masyarakat dunia. Sebut saja Iqbal, Animarie Schimel, R. A. Nicholshon dan Wiliam C. Chitick, merekalah yang termasuk tokoh-tokoh yang mengenalkan Rumi pada dunia hingga masuk ke Indonesia lewat Kuswaidi Syafi’i, D. Zawawi Imron, Acep Zam Zam Noor, Emha Ainun Nadjib dan Mustofa Bisri. Ketertarikan mereka mengkaji Rumi kemudian mempengaruhi karya-karya mereka, hingga tidak jarang kita mendengar Kuswaidi Syafi’i dan penyair lainnya merupakan penyair sufistik.

Terlepas dari sebutan penyair sufistik, sebetulnya yang membuat ketertarikan mereka (baca : Kuswaidi Syafi’i dan kawan-kawan) akan Rumi dan karya-karyanya adalah ditemukan kedamaian, penyadaran diri, serta totalitas dalam menyerahkan diri sehingga perdamian begitu lekat dalam angan-angan mereka.

Akankah Rumi Terlahir Kembali?



Lalu, siapakah Rumi masa depan? Rumi masa depan yaitu mereka yang mampu menciptakan perdamaian di dunia. Bisa jadi bila di Eropa, M. Iqbal, J. Arberry, R.A. Nicholshon dan Animarie Schimel adalah pembaharunya. Dan di Indonesia, Rumi modern adalah Kuswaidi Syafi’i, Emha Ainun Nadjib, D. Zawawi Imron, Acep Zam Zam Noor, Mustofa Bisri, Hasyim Wahid dan Zainal Arifin Thoha (alm). Karena merekalah yang aktif dan terus mengamalkan pemikiran Rumi meskipun tidak masuk menjadi pengikut aliran yang didirikannya (Maulawiyah) .

Rumi masa depan juga bisa diartikan orang-orang yang mengusung perdamaian dan menolak adanya peperangan dan diskriminasi. Semangat zaman Rumi yang mengusung perdamaian adalah segalanya, dan melalui cinta dapat menuju pada ekstase spiritual perlu untuk kembali dimunculkan. Akan tetapi, hal yang terpenting adalah mencoba untuk membaca dan memaknai pemikiran Rumi yang tertuang dalam karya-karyanya. Karena disadari atau tidak, masih banyak hal-hal yang belum diungkap di balik kekuatan karya-karya Rumi.

Akhirnya, ”melahirkan” Rumi adalah dengan cara melakukan pembacaan dan pengkajian terhadap karya-karya monumentalnya. Karena bagi Rumi, ia akan terus hidup selamanya dan akan terus ber-reinkarnasi. Sebagaimana dalam ungkapannya, Aku terus dan terus tumbuh seperti rumput/Aku telah alami tujuh ratus dan tujuh puluh bentuk/Aku mati dari mineral dan menjadi sayur-sayuran/ Dan dari sayuran Aku mati dan menjadi binatang/Aku mati dari kebinatangan menjadi manusia/Maka mengapa takut hilang melalui kematian?/Kelak aku akan mati/Membawa sayap dan bulu seperti malaikat/Kemudian melambung lebih tinggi dari malaikat –/Apa yang tidak dapat kau bayangkan/Aku akan menjadi itu.

(Penilis ialah Direktur Pusat Pengkajian Jalaluddin Rumi Malang)

Majlis Konvokesyen PUO dicemari Pesta Hiburan

mohd hafez sabri

Majlis konvokesyen yang diadakan setiap tahun di semua Institusi Pengajian Tinggi Awam dan Swasta merupakan satu ikon kepada kecemerlangan para graduan dalam bidang pengajian masing-masing. Seluruh ahli keluarga dan sahabat handai membanjiri persekitaran kampus untuk sama-sama meraikan kejayaan mereka. Keadaan di persekitaran kampus juga sesak dengan gerai-gerai konvo yang disediakan oleh pihak pengurusan dengan menjual pelbagai jenis makanan dan barangan.

Sebagai sebuah gerakan mahasiswa yang bertanggungjawab terhadap keadaan dan perkembangan mahasiswa Perak, saya selaku Presiden BERSATU Perak bersama rakan-rakan pimpinan mahasiswa Perak tidak melepaskan peluang mengunjungi gerai- gerai konvo di sekitar politeknik Ungku Omar. Namun kami merasakan suasana konvokesyen Politeknik Ungku Omar Ipoh Perak kali ini sungguh berbeza jika dibandingkan dengan sebelum ini

Dari pemerhatian saya majlis konvokesyen Politeknik Ungku Omar Ipoh Perak, kali ini tidak ubah seakan pesta hiburan. Dari jauh sudah kelihatan sebuah pentas hiburan yang dilengkapi dengan peralatan muzik kotemperori bersebelahan dengan Jabatan Kejuruteraan Awam dan Mekanikal. Saya sempat bertanya beberapa orang pelajar di sekeliling, yang seakan asyik melihat persembahan nyanyian dan tarian di atas pentas tersebut. Mereka menyatakan, pentas tersebut digunakan setiap malam sepanjang konvokesyen untuk tujuan persembahan hiburan oleh artis- artis yang dijemput khas seperti Azizi Akademi Fantasia dan ramai lagi, sememangnya perkara ini telah mencemarkan suasana keilmuan kampus tersebut serta merendahkan martabat mahasiswa.

Saya berasa amat kesal dengan apa yang berlaku kerana keadaan ini telah mencemarkan imej politeknik sebagai pusat keintelektualan yang disegani dan dikenali ramai pada pandangan kaca mata pengunjung, ibu bapa dan masyarakat sekeliling. Aktiviti seperti ini lah yang sebenarnya menyumbang kepada faktor kebejatan masalah sosial di kalangan pelajar politeknik. Mahukah kita malihat golongan intelek yang menjadi asset Negara pada hari ini, dirosakkan oleh tangan kita sendiri? Hiburan seperti ini sebenarnya tidak sesuai diadakan jika dibandingkan dengan matlamat sambutan konvokesyen itu sendiri.

Selain itu, bunyi muzik yang keterlaluan sebenarnya bukan sahaja mengganggu proses pembelajaran yang sedang dijalankan seperti biasa pada waktu siang malah pastinya menghilangkan konsterasi pelajar- pelajar yang sedang mengulangkaji pelajaran di asrama (KAMSIS) pada sebelah malam. Tambahan pula sekarang adalah tempoh pelajar-pelajar disibukkan dengan pelbagai ujian dan tugasan akademik masing-masing. Lebih mengecewakan lagi, apabila pihak Masjid Sultan Azlan yang terletak di hadapan politeknik memperdengarkan bacaan al-Quran Karim menjelang waktu zohor, bunyi muzik di politeknik tidak dihentikan. Saya sungguh hairan bagaimana keadaan ini boleh berlaku tanpa kawalan dari pihak pengurusan politeknik . Di manakah sensetiviti kita sebagai umat Islam dan golongan intelek yang tidak langsung menghormati waktu solat?

Saya mewakili seluruh mahasiswa Perak yang berada di bawah Gabungan Mahasiswa BERSATU Perak, menyarankan agar pihak pengurusan dan pentadbiran Politekinik Ungku Omar Ipoh Perak,menyediakan program- program berbentuk ilmiah bersesuaian dengan visi dan misi politeknik seperti pertandingan rekacipta dan inovasi, pameran teknologi, forum bicara ilmu dan sebagainya yang mampu meningkatkan daya saing dan kreativiti para pelajar sebagai inisiatif untuk melatih mereka menggunakan kemampuan dan idea sendiri dalam mencipta peluang pekerjaan memandangkan masalah kadar pengangguran semakin meningkat hari ini. Saya menyeru kepada seluruh mahasiswa, persiapkanlah diri kita dengan pelbagai ilmu dan kemahiran untuk menghadapi cabaran yang menunggu di hadapan. Jadilah mahasiswa yang benar-benar berkualiti bukan seperti tin kosong yang tidak ada nilai kepada masyarakat.

Saya turut berasa bangga dengan kejayaan Politeknik Ungku Omar yang sudah 40 tahun usinya telah melahirkan ramai graduan cemerlang sehingga ke peringkat antarabangsa. Namun, untuk mengekalkan prestasi ini, pihak pengurusan politeknik perlu lebih teliti dan memperhalusi aspek penganjuran program- program dalam majlis konvokesyen seperti ini agar nilai keintelektualan Institusi Pengajian Tinggi ini terus subur dan menjadi lambang kebanggaan serta contoh kepada dunia akademik hari ini ke arah mercu kecemerlangan.

(Mohd Hafez bin Sabri ialah Presiden Gabungan Mahasiswa BERSATU Perak)

Toyota Camry yang diguna Exco Pakatan Rakyat Perak dilelong

IPOH: Kerajaan negeri Perak akan melelong 16 buah kereta Toyota Camry 2.4 yang sebelum ini digunakan sebagai kenderaan rasmi exco Pakatan Rakyat ketika menerajui pentadbiran kerajaan negeri.

Menurut kenyataan tender terbuka yang dihantar ke bahagian iklan sebuah akhbar berbahasa Melayu di sini hari ini, lelongan kereta itu akan berlangsung di tempat letak kereta Bangunan Perak Darul Ridzuan di sini mulai 9.30 pagi hingga 4 petang pada 4 hingga 18 Mei ini.

Kenyataan tender yang dikeluarkan pejabat Setiausaha Kerajaan Negeri Perak itu menyatakan kenderaan berkenaan boleh dibeli secara pukal atau seunit dengan harga rizab RM148,000 sebuah.

Kereta itu adalah yang menggunakan nombor pendaftaran AGS10, AFD11, AFD22, AFD33, AFD55, AFD66, AFD77, AFD88, AFD99, AFD333, AFD999, AFF33, AFF88, AFF99, AGS828 dan AEU606 yang kesemuanya didaftarkan pada 9 Jan tahun ini.

Kenyataan tender itu turut menyebut, semua kenderaan itu adalah baru yang digunakan antara satu hingga dua bulan, perbatuan rendah dan masih dalam tempoh jaminan tiga tahun oleh syarikat pengeluar.

Selain itu ia turut menyebut kenderaan berkenaan juga mempunyai nombor pendaftaran orang kenamaan, cermin 'tinted' yang bernilai RM2,000 serta bebas daripada sebarang kejadian kemalangan.

Bagaimanapun, difahamkan kereta rasmi yang bernombor pendaftaran AGS10 yang digunakan oleh YAB Menteri Besar Pakatan Rakyat, Datuk Seri Mohammad Nizar Jamaluddin tidak akan dilelong kerana beliau dikatakan telah membuat tempahan membeli kereta tersebut.

Dokumen tender boleh didapati pada waktu pejabat mulai 4 Mei hingga 18 Mei ini di Pejabat Setiausaha Kerajaan Negeri Perak, Bahagian Pengurusan, Aras 3, Bangunan Perak Darul Ridzuan dengan harga RM20 senaskah.

Mereka yang ingin membeli kenderaan berkenaan perlu menghantar kembali surat tawaran tender itu sebelum pukul 12 tengah hari pada 18 Mei ini. Mstar.

Waran tangkap Mohamad Sabu, 9 aktivis dibatalkan

Mohd Sabri Said

SUNGAI BAKAP, 21 April : - Kes Naib Presiden PAS, Haji Mohamad Sabu dan sembilan aktivis lain kerana menghalang penjawat awam menjalankan tugas dihari penahanya di Plaza Tol Bukit Tambun pada 9 Disember 2007 lalu ditunda lagi pada tarikh 28, 29 dan 30 September 2009.

Semalam Mahkamah Masjestrit Jawi memutuskan mengeluarkan waran tangkap ke atas kesemua mereka kerana tidak hadir ke mahkamah kerana kesilapan taknikal.

Sembilan lagi yang dituduh melakukan kesalahan tersebut ialah Fauzi Saharat, Mohd Saleh, Mohd Lazim Osman, Abdul Rahim Mohd Arif, Zairul Azrun Zainol Abidin, Mohd Subri Mohd Said, Abdul Razak Ramli, Mohd Biyamin Ishak dan Zamirul Aini Abdul Malek. Harakhadaily.

Benarkah Speaker Perak bohong ?

Mulai semalam (20 April) mulalah episod baru dalam pertikaian mengenai sidang DUN Perak yang direncanakan pada 7 Mei akan datang apabila serangan oleh pihak tertentu yang tidak didedahkan identitinya dengan mendakwa Speaker DUN Perak, V. Sivakumar bebohong tidak tahu mengenai tarikh sidang yang telah ditentukan itu.

Saya rasa bertanggung jawab untuk menjelaskan kedudukan sebenarnya bagi membuktikan bahawa Sivakumar memang tidak tahu menahu mengenai tarikh sidang yang telah ditetapkan tanpa berbincang dan memaklumkan kepadanya terlebih dulu.

Sehari sebelum surat panggilan sidang dihantar ( Khamis/16 April ) kepada semua ADUN saya telah dimaklumkan oleh pihak tertentu bahawa perkenan telah diperolihi dari Sultan Perak dan pemanggil itu memaklumkan kepada saya tarikh yang diperkenan ialah 7Mei.

Saya tidak terkejut dengan makluman itu disebabkan beberapa hari sebelum itu saya sudah dimaklumkan mengenai permohonan dari MB Kudeta dari pihak Istana bagi mendapatkan tarikh sidang. Sebab itu apa bila ditanya oleh wartawan harakah dalam temubual seperti yang disiarkan dalam edisi terkini, saya dengan yakin mengatakan sidang akan diadakan sebelum 13 Mei.

Selepas menerima panggilan tersebut saya terus menghubungi Speaker dan memaklumkan tarikh telah ditentukan oleh MB kudeta dan mendapat perkenan pihak Istana dan beliau sangat terkejut kerana beliau tidak tahu menahu mengenainya. Saya semacam menenangkan beliau dan berharap dia tetap dipanggil untuk proses memanggil semua adun kerana surat panggilan mesti dikeluarkan atas nama Setiausaha DUN setelah mendapat arahan Speaker.

Pagi Jumaat (17 April) saya menerima panggilan dari pejabat Bahagian Majlis yang diketuai oleh Hj. Abdullah Antong Sabri bertanyakan bagaimana hendak menyampaikan surat panggilan kepada ADUN dengan kadar segera. Kebetulan saya berada di Kawasan DUN Titi Serong dan telah memberi komitmen berkhutbah di Masjid Tebuk Haji Musa dalam DUN Titi Serong.

Dari perbincangan itu saya faham surat mesti sampai kepada kami pada hari berkenaan juga. Akhirnya saya bersetuju untuk dihantar sekali ke pejabat ADUN Selingsing di Bagan Serai.

Keesokannya saya mendapat maklumat bahawa surat untuk ADUN DAP semuanya dikirim ke Pejabat DAP yang letaknya tidak berapa jauh dari pejabat SUK.

Kerana perbincangan dalam talipon atas dasar untuk memastikan kami ADUN Pakatan Rakyat boleh menerima surat yang dihantar itu saya tidak pun bertanya adakah speaker telah di maklumkan.

Ternyata hak speaker untuk menentukan dan mengarahkan surat panggilan sidang dinafikan, surat yang kami terima adalah bukan datangnya dari arahan Speaker. Saya mempertahankan dia perlu datang dari arahan Speaker bukan atas semangat Pakatan Rakyat, tetapi atas nama institusi Speaker yang mesti dihormati tetapi telah dicabuli.

Surat panggilan beredar diwaktu pagi jumaat 17 April, sebelah petang sesudah jumaat baru Speaker dimaklumkan dengan rasmi, apa sudah jadi ? Surat panggilan kanduri telah dicetak dan diedar, ayah pengantin terkejut besar dia tidak diajak berbincang.

Persoalannya sekarang saya mendapati BN terlalu ghairah untuk bersidang setelah Mahkamah Perwekutuan memutus kan bahawa hukuman menggantung Zambry selama 18 bulan dan 6 Exconya selama 12 bulan kononnya tidak sah. Sebelumnya mahkamah yang sama menyatakan SPR yang berhak menentukan kekosongan DUN Behrang, Jelapang dan Changkat Jering.

Mereka merasakan korum untuk BN sudah cukup, sedangkan mereka tidak mendapat kepastian dan perintah mahkamah supaya Speaker tidak dapat menghalang mereka masuk dewan, atau mereka akan dihalau keluar dari dewan dan macam-macam lagi kuasa Speaker yang sebenarnya tidak boleh dicabar di mana-mana mahkamah seperti yang diperuntukkan dalam Perlembagan Persekutuan perkara 72.

Terkejut besar bila Speaker membalas balik bola tanggung yang di hantar oleh Zambry, simpati kepada pakatan Rakyat dan Speaker makin bertambah, lalu tidak ada jawapan yang paling sesuai dengan mengatakan Speaker bohong.

Pembangkang gagal bawa usul undi tidak percaya terhadap Ketua Menteri Melaka

MELAKA: Pembangkang gagal dalam percubaan membawa usul undi tidak percaya ke atas Ketua Menteri Melaka, Datuk Seri Mohd Ali Rustam di Dewan Undangan Negeri (DUN) hari ini.

Usul itu ditolak oleh Speaker Dewan, Datuk Othman Muhamad pagi tadi.

Semalam, Ketua Pembangkang di DUN, Goh Leong San (DAP-Kesidang) memfailkan notis berkenaan untuk memanggil satu DUN tergempar bagi membincangkan usul berkenaan Mohd Ali.

Ketua Menteri Melaka itu didakwa kurang berintegriti sambil pembangkang mendakwa mereka sudah hilang kepercayaan ke atasnya.

Bagaimanapun, Othman berkata beliau menolak usul berkenaan kerana tidak memenuhi tiga kriteria utama untuk dibahaskan.

Walaupun usul berkenaan menyentuh isu yang khusus tetapi tidak memenuhi dua kriteria yang lain iaitu tidak perlu disegerakan dan bukan menyentuh kepentingan publik memandangkan ia telah pun diselesaikan oleh Umno.

Mohd. Ali telah dilucutkan kelayakan untuk bertanding jawatan Timbalan Presiden Umno kira-kira seminggu sebelum pemilihan hujung bulan lalu. mstar.

No 2: Husam, Azizan calon popular di Kedah

Naib Presiden PAS, Datuk Husam Musa dan Menteri Besar Kedah, Datuk Seri Azizan Abdul Razak disebut-sebut antara tokoh popular yang bakal mendapat pencalonan terbanyak dari PAS kawasan di Kedah bagi jawatan timbalan presiden.

Bagaimanapun, Azizan yang juga pesuruhjaya PAS Kedah, berkemungkinan menolak pencalonan tersebut kerana mahu menumpukan perhatian kepada pentadbiran kerajaan negeri dan PAS negeri.

Seorang pemimpin akar umbi PAS memberitahu Malaysiakini, penyandang jawatan itu sekarang, Nasharuddin Md Isa tidak lagi popular di negeri itu kerana didakwa "tidak banyak membantu presiden" menjalankan tugasnya.

Setiausaha PAS kawasan Alor Setar, Adnan Saad berkata, tindakan Nasharuddin yang cenderung mengadakan kerjasama dengan Umno atau 'pro-muqabalah' dilihat menimbulkan perasaan tidak selesa di peringkat akar umbi di negeri itu.

Sehubungan itu, tambah beliau, Husam sebagai tokoh dari kem alternatif dilihat semakin mendapat sokongan.

Persidangan tahun ini diramal menyaksikan pertembungan lebih sengit dua aliran utama parti itu - pro-muzakarah dengan pro-Pakatan (atau "kumpulan Erdogan") - yang mengundang perdebatan hangat sejak muktamar di Ipoh, tahun lalu.

PAS akan mengadakan pemilihan dan muktamar ke-55 awal Jun ini di Stadium Malawati, Shah Alam. Mesyuarat peringkat kawasan dan tiga sayap utama - Dewan Pemuda, Muslimat dan Ulama - bermula awal bulan dan akan berakhir hujung bulan depan.

Mahfuz dicalon naib

Mengulas lanjut pencalonan bagi jawatan timbalan presiden, Adnan berkata, Azizan pula dilihat tidak tergolong dalam mana-mana kem.

Menurut beliau lagi, Mohamad Sabu pula dijangka dicalon mengekalkan jawatan naib presiden sebagai "jalan tengah" bagi mendamaikan kedua kumpulan berkenaan.

Untuk jawatan naib presiden pula, Ketua Penerangan PAS pusat, Datuk Mahfuz Omar; Pesuruhjaya PAS Pahang, Tuan Ibrahim Tuan Man dan Menteri Besar Pakatan Perak, Datuk Seri Mohd Nizar Jamaluddin dijangka dicalonkan.

Adnan berkata, pencalonan Mahfuz dilihat agak menarik kerana dikatakan kepimpinannya diterima kedua-dua pihak - sama ada kumpulan pro-muqabalah ataupun kumpulan Erdogan.

"Beliau dijangka mendapat sokongan besar," tambahnya.

Menurut pemerhatiannya, Adnan berkata, PAS Jerlun dan Padang Terap dipercayai penyokong kuat Husam manakala di Kuala Kedah pula, masih 50-50. Alor Star pula dijangka mencalonkan Mohamad Sabu.

'Mahu wakil Kedah'

Difahamkan, semua PAS kawasan di Kedah akan mencalonkan Datuk Seri Abdul Hadi Awang untuk mengekalkan jawatan presiden.

Sementara itu, Setiausaha PAS Kedah, Muhamad Yusof Husin ketika dihubungi Malaysiakini yakin Abdul Hadi akan mendapat pencalonan 100 peratus dari Kedah.

Beliau yang ahli Dewan Negara itu menegaskan bahawa PAS Kedah "tidak ada masalah" dengan kepimpinan sedia ada.

"Mereka cuma mahukan seorang wakil Kedah dalam kepimpinan peringkat tertinggi PAS pusat," katanya, sambil mengakui Mahfuz merupakan calon pilihan hampir keseluruhan kawasan di Kedah untuk bertanding jawatan naib presiden..

Setakat ini, hanya tiga daripada 15 PAS kawasan di Kedah - Sungai Petani, Baling dan Kuala Kedah -- yang telah mengadakan menyuarat agung masing-masing.

Ketiga-tiga kawasan tersebut bagaimanapun tidak membuat sebarang pencalonan untuk jawatan tertinggi parti, sebaliknya menyerahkan kepada jawatankuasa masing-masing bagi membuat keputusan. Malaysiakini.

Semua jawatan utama PAS Kota Bharu menang tanpa bertanding

KOTA BHARU, 21 April: PAS kawasan Kota Bharu menunjukkan jalan terbaik apabila kesemua sembilan pemegang jawatan utamanya tidak dipertandingkan dalam mesyuarat agung mereka baru-baru ini.

Sembilan jawatan itu adalah Yang Dipertua, timbalan YDP, naib YDP, Ketua Urusan Ulamak, Ketua Pemuda, naib Ketua Pemuda, Ketua Muslimat dan naib Ketua Muslimat PAS kawasan itu.

PAS kawasan itu juga memecahkan tradisi sekali apabila menjemput Menteri Besar Selangor, Tan Sri Khalid Ibrahim yang bukan pemimpin PAS merasmikan mesyuarat agung mereka.

"Ini adalah lambang setia kawan kita apabila berkawan dengan lain-lain parti, kita tidak ada niat serong dan kita melihat pemimpin parti komponen juga adalah pemimpin kita," kata YDP PAS kawasan itu, Datuk Wan Abdul Rahim Wan Abdullah kepada Siasah.

Sebelum ini, katanya, PAS kawasan pimpinan beliau juga pernah memecah tradisi apabila menjemput pemimpin Muslimat Pusat (Dr Lo' Lo' Mohd Ghazali) untuk merasmikan mesyuarat agung mereka.

Selain merasmikan mesyuarat, Khalid juga bersama Dr P Ramasamy, Timbalan Ketua Menteri II Pulau Pinang memberikan ceramah bersama dengan MB Kelantan, Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat pada malamnya.

"Ini lambang perpaduan dalam PR iaitu gabungan tiga negeri, Kelantan, Selangor dan Pulau Pinang," kata Wan Rahim lagi. Siasahdaily.

Terima kasih dengan sumbangan mangsa ribut.

Saya berterima kasih dengan sumbangan pengunjung blog ini kepada magsa ribut yang beritanya disiarkan dalam blog ini. Hanya Allah jua yang mampu membalas jasa baik penyumbang yang budiman .

Adapun jumlah sumbangan yang diterima ialah :

1. Akaun Maybank - RM 880.00 (RM lapan ratus lapan puluh)
2. Akaun Bank Islam - RM 200.00 (RM dua ratus)
Jumlah - RM 1080.00

Perbelanjaan bantuan kepada mangsa seperti berikut :

1. Sumbangan dalam bentuk wang tunai - RM 1300
2. Sumbangan dalam bentuk makanan - RM 1047 .85
Jumlah - RM 2347.85


21 April 2009

MB Kelantan tunai umrah

KOTA BHARU, 20 April : - Menteri Besar, Tuan Guru Dato? Nik Abdul Aziz Nik Mat berlepas ke tanah suci Makkah kira-kira jam 3 petang tadi bagi menunaikan ibadat umrah.

Turut serta dalam rombongan itu isterinya Datin Tuan Sabariah Tuan Ishak, anak bongsunya Nik Asma Salsabila, Setiausaha Sulit Khasnya, Rushdi Abdullah serta dua
lagi pengiring.

Menteri Besar dijangka berada di Makkah selama 12 hari dan dijangka pulang ke tanah air pada 3 Mei ini.

Setiausaha Politiknya, Haji Anuar Bakhri Harun berkata, pagi semalam Tuan Guru Nik Abdul Aziz melancarkan sebuah novel bertajuk 'Bidadari Dari Syurga' yang diadakan di Pusat Dagangan Dunia Putra (PWTC).

Buku ditulis seorang penulis muda, Ilis Sarah yang diterbit An Bakri Publika berharga RM12.90. Bukit berkenaan dilancar sempena Pesta Buku Antarabangsa yang berlangsung selama 10 hari bermula 16 April lalu.

Menurut Anuar pada sebelah malam pula Tuan Guru Nik Abdul Aziz menyampaikan ceramah di Taman Melawar bersama anggota Exco kerajaan negeri Perak, Nga Ko Ming dan Ann Wan Seng. Harakahdaily.

Zambry perolehi perintah yang tidak laku

Mohamed Hanipa Maidin

Pembaca ruangan ini masih bertanya kepada saya adakah dua perintah perisytiharan yang dikeluarkan Mahkamah Persekutuan pada 15 April lalu bahawa penggantungan Zambry dan enam exconya oleh Speaker Perak dibatalkan membolehkan mereka menghadiri sidang DUN Perak nanti.

Jawapan saya adalah tidak! Berikut adalah alasan-alasan saya.

a. Apa yang diperolehi oleh Zambry dan enam exconya hanyalah perintah deklarasi (perisytiharan) semata-mata. Tidak lebih dari itu. Di dalam undang-undang perintah deklarasi yang diperolehi oleh Zambry dan enam exconya tidak membawa apa-apa makna kerana perintah deklarasi tidak mempunyai kuasa pemaksaan (coercive force).

Pakar undang-undang Pentadbiran, Prof M.P Jain secara jelas menyatakan:

"A declaration merely declares what the legal rights of the concerned parties are. A declaratory order has no coercive force as such nor does it quash any decision which may have been taken by an administrative authority."

(Perintah deklarasi hanya sekadar satu perisytiharan hak pihak-pihak yang terbabit dari segi perundangan. Perintah deklarasi tidak mempunyai kuasa pemaksaan (memaksa seseorang mengikut perintah tersebut). Perintah tersebut juga tidak memadam, membatalkan atau mengenepikan sebarang keputusan yang dibuat oleh mana-mana pihak berkuasa pentadbiran.)

b. Memandangkan Zambry dan enam exconya hanya memperolehi perintah deklarasi, perintah tersebut tidak meletakkan sebarang tanggung jawab (impose an obligation) ke atas Sivakumar untuk mematuhinya kerana dari segi rekod di dalam DUN di Perak, perintah penggantungan tersebut masih wujud selagi tidak dipadam oleh Mahkamah (not quashed by the court).

Untuk memudahkan kefahaman umum, saya berikan contoh berikut:

Kita ambil satu kes misalnya seorang menyaman Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) kerana mengekalkan nama di dalam kad pengenalannya sebagai Ali bin Abu sedangkan beliau mendakwa telah menukar agama dan memohon namanya ditukar kepada John Abraham.

Katakan beliau meminta satu perintah deklarasi bahawa tindakan atau keputusan JPN yang tidak menukar namanya kepada John Abraham adalah tidak sah.

Katakan Mahkamah bersetuju dengan beliau dan mengisytiharkan bahawa keputusan atau tindakan JPN adalah tidak sah dan Mahkamah juga mengisytiharkan nama beliau adalah John Abraham. Maka persoalan yang timbul adalah, adakah JPN wajib menukar namanya kepada John Abraham selepas beliau mendapat perintah perisytiharan tersebut?

Dari segi undang-undang, JPN tidak wajib menukar namanya kepada John Abraham kerana Mahkamah hanya mengisytiharkan tindakan JPN adalah tidak sah tanpa memerintahkan nama Ali bin Abu dipadam dan ditukar kepada John Abraham.

JPN hanya wajib menukar nama Ali bin Abu kepada John Abraham jika pemohon mendapat perintah 'certiorari' iaitu perintah mengenepikan/memadam (quash) keputusan JPN tersebut dan selanjutnya perintah mandamus iaitu perintah mengarahkan JPN menukar nama beliau dari Ali bin Abu kepada John Abraham.

Selagi tidak ada perintah 'certiorari' dan perintah mandamus tersebut maka nama beliau akan kekal di dalam kad pengenalan sebagai Ali bin Abu meskipun Mahkamah mengisytiharkan namanya John Abraham.

c. Dalam konteks kes Zambry lwn Sivakumar apa yang sepatutnya peguam Umno buat adalah selain mendapatkan perintah perisytiharan (deklarasi) bahawa penggantungannya tidak sah, Zambry juga sepatutnya memohon Mahkamah mendapatkan perintah-perintah berikut iaitu perintah 'certiorari' iaitu perintah mengenepikan atau memadam keputusan Sivakumar yang menggantung beliau dan enam exconya, dan juga perintah mandamus iaitu perintah meminta Sivakumar menbenarkan beliau dan enam exconya hadir ke dalam sidang DUN Perak.

d. Tanpa perintah 'certiorari' dan mandamus tersebut maka perintah perisytiharan yang Zambry dan enam exconya perolehi dari Mahkamah adalah satu perintah yang tidak membawa apa-apa kesan ke atas Sivakumar. Berhadapan dengan perintah seperti itu Sivakumar dengan tenang akan menjawab begini: "So what!"

Mungkin pembaca ingin bertanya mengapa Zambry dan enam exconya tidak memohon perintah 'certiorari' dan mandamus sebaliknya hanya memohon perintah perisytiharan sahaja.

Ada dua sebab mengapa mereka tidak berbuat demikian.

Sebab Pertama adalah peguam Zambry sendiri secara jelas mengakui semasa penghujahan di Mahkamah Persekutuan bahawa Zambry tidak boleh memohon perintah 'certiorari' dan mandamus kerana kedua-dua perintah tersebut tidak boleh dipohon di dalam kes ini disebabkan doktrin pengasingan kuasa (separation of powers).

Dengan lain perkataan peguam Zambry mengakui bahawa berdasarkan doktrin pengasingan kuasa, Mahkamah tidak boleh memerintah Sivakumar sebagai Speaker untuk sama ada memadamkan keputusannya atau membenarkan Zambry masuk dan hadir di dalam persidangan DUN Perak.

Hatta jika kita lihat kepada 10 perintah yang Zambry pohon kesemuanya adalah perintah berbentuk perisytiharan sahaja. Malahan Mahkamah juga tidak membenarkan perintah perisytiharan supaya beliau dan enam exconya untuk masuk, menghadiri dan mengambil bahagian di dalam sidang DUN Perak.

Sebab kedua adalah Zambry dan enam exconya telah tersalah memilih prosedur Mahkamah. Jika beliau ingin memohon perintah 'certiorari' dan mandamus, beliau perlu membuat permohonan semakan kehakiman di bawah Aturan 53 Kaedah-Kaedah Mahkamah Tinggi 1980 dan bukannya melalui Saman Pemula seperti yang mereka buat.

Memandangkan mereka telah tersalah prosedur maka mereka dengan berat hati terpaksa berpuas hati dengan perintah perisytiharan yang tidak membawa apa-apa makna.

Atas dasar itu juga peguam Sivakumar juga telah berhujah bahawa perintah perisytiharan yang Zambry pohon sebenarnya tidak membawa apa-apa faedah dan meminta Mahkamah tidak melayan perintah-perintah yang dipohon oleh Zambry tersebut.

Hujah peguam Sivakumar adalah berasaskan apa yang dinyatakan di dalam kes Fan Yew Teng vs Government of Malaysia di mana Mahkamah telah menerima pakai apa yang dinyatakan oleh Erskine May di dalam buku Parlimentary Procedure (17th Edition) di mana penulis telah menyatakan:

"The decisions of the court are not accepted as binding the house in matters of privilege, nor the decision of the House by the courts."

(Keputusan Mahkamah tidak diterima sebagai mengikat Parlimen atau DUN di dalam perkara menyentuh keistimewaan, begitu juga keputusan Parlimen atau DUN tidak mengikat Mahkamah.)

Mengapa? Mungkin pembaca bertanya mengapa Mahkamah membenarkan juga perintah yang tidak berfaedah tersebut? Jawapan mudah saya adalah ia hanyalah perintah untuk mengambil hati Umno. Perumpamaan yang mudah, ia adalah ibarat hadiah saguhati kerana menyertai pertandingan.

Jenis Umno ini, kita beri mereka wang satu sen pun mereka melonjak gembira sedangkan satu sen boleh beli apa?

Seperkara lagi yang saya perlu kongsi di sini adalah mengenai sidang DUN di bawah pokok yang diadakan pada 3 Mac 2009. Isu keabsahan (validity) persidangan di bawah pokok tersebut juga merupakan salah satu isu yang dirujuk oleh Zambry ke Mahkamah Persekutuan di bawah Perkara 63 Perlembagaan Negeri Perak.

Isu yang dirujuk adalah sama ada sidang bawah pokok pada 3 Mac 2009 adalah sah apabila ianya dibuat tanpa perkenan Sultan Perak.

Selepas mendengar hujah peguam Zambry dan peguam Sivakumar, Mahkamah Persekutuan memutuskan untuk tidak membuat apa-apa keputusan terhadap isu keabsahan sidang DUN di bawah pokok pada 3 Mac 2009 tersebut. Secara tersirat kita boleh menyimpulkan bahawa Mahkamah bersetuju bahawa sidang DUN di bawah pokok adalah sah.

Memandangkan tiada perintah Mahkamah yang membatalkan keputusan sidang bawah pokok, Umno terpaksa menerima hakikat berikut:

a. Persidangan DUN di bawah pokok telah mengesahkan (endorsed) keputusan Sivakumar yang menggantung Zambry dan enam exconya selama 18 bulan dan 12 bulan.

b. Dengan pengesahan tersebut maka keputusan penggantungan tersebut adalah sah dan masih mengikat Zambry dan enam exconya yang lain.

c. Di dalam samannya Zambry mengatakan keputusan Sivakumar adalah tidak sah kerana keputusannya tidak disahkan oleh DUN Perak. Memandangkan sidang DUN Perak pada 3 Mac 2009 telah mengesahkan keputusan Sivakumar yang dibuat pada 18 Februari 2009 dan memandangkan Mahkamah Persekutuan tidak membuat apa?apa keputusan yang mengisytiharkan sidang bawah pokok adalah tidak sah, maka keputusan DUN Perak di bawah pokok adalah sah dan mengikat Zambry serta enam exconya.

d. Apa yang Mahkamah putuskan hanya melibatkan keputusan Sivakumar pada 18 Februari dan bukannya keputusan DUN Perak pada 3 Mac 2009.

Kesimpulannya Umno hanya dapat perintah Mahkamah yang tidak membawa apa-apa faedah.

Nota: Hanipa Maidin ialah Pengerusi Lajnah Undang-undang dan Hak Asasi Manusia PAS Pusat dan ahli panel penasihat undang-undang, Menteri Besar Perak, Dato' Seri Ir Mohamad Nizar Jamaluddin.

Muktamar Pas 2009; suatu transformasi akan berlaku!

Ustaz Haji Idris Mohammad Al Haqqani

Bagi ahli-ahli Parti Islam Se Malaysia (PAS), tahun 2009 adalah merupakan tahun yang penting bagi kalendar ahli PAS kerana pada tahun ini perwakilan akan membuat pilihan mereka secara demokrasi yang sihat untuk memilih pemimpin baru bagi PAS.

Muktamar yang akan dilansungkan pada bulan Jun ini bertempat di Stadium Malawati Shah Alam Selangor akan menjadi medan untuk bermuhasabah secara jujur dan telus bagi mengkaji keupayaan PAS untuk terus kekal relevan dalam arus perdana politik Malaysia.

Slogan “PAS untuk semua” yang diketengahkan pada Pilihanraya Umum tahun lalu akan terus dipraktikkan bukan sahaja sebagai slogan pilihanraya bahkan dalam polisi kerajaan-kerajaan negeri yang diperintah secara kolektif dengan rakan-rakan dalam Pakatan Rakyat.

Di samping melakukan muhabah dan post mortem untuk mempertahankan survival parti sebagai parti politik dan dalam masa yang sama sebagai sebuah gerakan Islam yang diiktiraf di peringkat global, muktamar yang akan berlansung ini juga akan memilih pemimpin-pemimpin baru yang diyakini sebagai sebuah team yang akan berhadapan dengan pilihanraya umum yang dijangkakan akan diadakan dalam tempoh setahun Najib Razak menjadi PM.

Cakap-cakap di peringkat grassroot parti, majoriti ahli-ahli PAS nampaknya mahukan supaya Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat menjadi sebagai Presiden parti yang baru bagi menggantikan Tuan Guru Abdul Hadi Awang untuk memimpin PAS dalam menjana arus perubahan politik nasional dalam PRU yang akan datang.

Manakala bagi jawatan Timbalan Presiden pula, ahli-ahli parti mahukan supaya Haji Mohammad Sabu yang lebih dikenali sebagai Bang Mat diberikan peluang untuk memegang amanah tersebut yang dalam masa yang sama menjadi seorang Timbalan Presiden yang berkesan kepada Presiden parti. Ianya ibarat Tok Guru Haji Hadi kepada Almarhum Ustaz Fadzil Noor suatu ketika dahulu.

Sementara itu, bagi jawatan Naib Presiden pula, ahli-ahli akan terus mengekalkan Haji Husam Musa di samping mengangkat muka baru termasuk Ir Haji Mohammad Nizar Jamaluddin dan Prof Dr Mahfuz Muhamad.

Haji Husam yang mempunyai rekod dan prestasi yang baik dalam parti dan kerajaan negeri Kelantan dilihat akan terus kekal manakala Haji Nizar pula bintangnya yang semakin cerah berikutan krisis perlembagaan dan politik di Perak dan Prof Dr Mahfuz Muhamad mewakili ulama profesional yang ketika ini memegang jawatan sebagai Pesuruhjaya PAS Johor. Beliau adalah bekas Profesor Syariah Universiti Malaya.

Ustaz Haji Ahmad Awang yang ketika ini menjawat sebagai Naib Presiden difahamkan akan mengubah haluan untuk memimpin Dewan Ulama PAS Pusat dalam usaha untuk memperkasa Dewan Ulama mendepani pelbagai cabaran dan isu syariah ketika ini.

Manakala rata-rata ahli akar umbi pemuda PAS mahukan supaya Dr Mujahid Yusuf Rawa memimpin Dewan Pemuda PAS Pusat bagi berhadapan dengan Ketua Pergerakan Pemuda Umno yang baru iaitu Saudara Khairy Jamaludin Abu Bakar. Dr Mujahid tidak asing lagi bagi Dewan Pemuda PAS kerana beliau pernah menjadi Exco Dewan tersebut selama beberapa penggal. Dengan latar belakang pendidikan beliau sehingga ke peringkat doktor falsafah, beliau diyakini mampu bersemuka dan berdebat dengan Sdr Khairy yang berkelulusan Oxford di samping meningkatkan lagi tahap sokongan pengundi muda kepada PAS dan Pakatan Rakyat.

Bagi Dewan Muslimat PAS Pusat yang setiap kali pemilihan tidak pernah sunyi daripada pertandingan itu difahamkan akan berlaku pertembungan bagi jawatan Ketua Muslimat pada kali ini di antara penjawat sekarang dengan Dr Siti Mariah Mahmud yang pernah bertanding sebagai Naib Presiden PAS pada pemilihan yang lepas.

Bagi jawatan AJK PAS Pusat pula, antara yang akan diketengahkan adalah gandingan muka lama dan baru antaranya ialah Sdr Salahudin Ayub, Ustaz Muhamad Daud Iraqi, Dr Hatta Ramli, Sdr Anuar Tahir, Ustaz Azizan Abdul Razak, Haji Mahfuz Omar, Ir Khalid Samad, Sdr Ann Wan Seng, Ustaz Ismail Kamus, Dr Dzulkifli Ahmad, Ustaz Tuan Ibrahim Tuan Man, Dr Lo’ Lo’ Ghazali, Ustaz Nik Amar Nik Abdullah, Sdr Kamarudin Jaafar, Ustaz Idris Ahmad, Sdr Anuar Tan, Dr Syed Azman Nawawi, Ustaz Taib Azzamudin dan beberapa orang lagi.

Adalah sesuatu yang perlu dipertegaskankan di sini bahawa tohmahan yang dilakukan oleh beberapa media massa dan penulis politik upahan pihak tertentu yang mendakwa bahawa pertembungan dalam PAS kali ini adalah di antara pro Pakatan Rakyat dengan Pro Muqabalah atau di antara Pro Liberal dengan Ustaz Ulama adalah mainan jahat mereka kerana seperti mana yang telah diperjelaskan oleh Mursyidul Am PAS Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat bahawa di dalam PAS tidak ada sama sekali Team A atau Team B.

Sesungguhnya di dalam PAS sekiranya terdapat sesuatu perbezaan pendapat atau percanggahan ijtihad ianya adalah suatu rahmat yang tidak sesekali akan membawa kepada perpecahan kepada PAS itu sendiri. Ianya adalah kerana ahli-ahli PAS telah dipadukan dengan wehdatul fikri demi memastikan tertegaknya di Malaysia sebuah negara yang disifatkan oleh al Quran sebagai baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur!

24 Rabiulakhir 1430 bersamaan dengan
20 April 2009
idris.haqqani@gmail.com

BN TARIK DIRI SEPERTIMANA ROM MENARIK DIRI DARI PERANG TABUK

Dr Fikrah

Berita semalam (19 April) telah menyiarkan bahawa Barisan Nasional telah menarik diri dari bertanding di kawasan Penanti, Pulau Pinang. Kenapa ya? Tidak mengapa, mungkin Barisan Nasional mempunyai strateginya yang tertentu, tetapi, mungkin juga mereka sudah berputus asa. Atau adakah kemungkinan Najib dirasuah oleh Pakatan Rakyat supaya tidak bertanding? Inilah tanggapan yang lucu, dan tidak perlu difikirkan rasionalnya.

Tetapi, walaubagaimanapun, saya tertarik untuk menceritakan Sirah Nabi Muhammad SAW, yang menunjukkan perkara yang sama. Memang tidak dinafikan, musuh-musuh Allah SWT pernah menarik diri daripada menyertai peperangan bersama Muslimin, walaupun pada mulanya mereka gah untuk menunjukkan kehebatan mereka. Mungkin ia sedikit sebanyak boleh dilihat pada apa yang terjadi hari ini di Pulau Pinang.

Perang Tabuk telah berlaku selepas pembukaan Kota Mekah. Umat Islam ketika itu sudah berduyun-duyun memeluk Agama Islam dan Islam dapat berkembang dengan baik di Mekah. Mekah telah pun menjadi pusat pemerintahan Nabi Muhammad SAW, walaupun pada mulanya Madinah. Perang Tabuk berlaku susulan daripada Perang Mu’tah.

Perang Mu’tah tercetus akibat daripada pembunuhan al Harits bin Umair, seorang utusan daripada Nabi Muhammad SAW kepada Pemerintah Busra. Al Harits telah dihalang oleh Syurabil bin Amru al Ghassani, seorang Gabenor Kaisar di Wilayah Balqa, Syam. Beliau telah menangkap al Harits, mengikatnya kemudian memancung lehernya.

Apabila berita ini disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, Rasulullah SAW mengisytiharkan perang terhadap Rom yang merupakan kuasa besar ketika itu. Di dalam Perang Mu’tah, ramai umat Islam terbunuh, dan pimpinan-pimpinan hebat orang Islam turut sama terbunuh. Begitu juga dengan tentera Rom sendiri.

Tentera Rom melihat bahawa kerajaan Nabi Muhammad SAW di Kota Mekah itu sangat memberi ancaman kepada Rom. Mereka bimbangkan kuasa kerajaan Islam akan menyaingi mereka. Manakala di pihak Islam pula, misi untuk menuntut bela terhadap pembunuhan utusan dan beberapa tentera Islam dilihat masih gagal.

Lalu, setelah menerima berita bahawa Rom sedang membuat persiapan untuk menentang Islam, maka Nabi Muhammad SAW pun segera meminta supaya semua orang Islam bersiap untuk bertempur sekali lagi dengan mereka. Orang Arab sendiri mengetahui bahawa tentera Rom adalah kuasa besar, dan banyak membantai tentera Islam semasa Mu’tah.

Di Malaysia pula, Barisan Nasional sudah lama menggunakan taktik kotor untuk menentang PAS setelah mereka melihat beberapa ulama’ “membahayakan” mereka. Dahulu mereka melihat PAS bakal menjadi penyaing mereka, lalu mereka telah mengadakan sekatan-sekatan lebih awal supaya dapat menghapuskan PAS. Mereka menangkap ulama’-ulama’ dan menyumbat di dalam ISA, tidak membenarkan mereka bercakap di siaran, dan sebagainya.

Berbalik kepada Perang Tabuk. Setelah kedua-dua pihak membuat persiapan, lalu masing-masing menuju ke Tabuk untuk berperang di sana. Di Malaysia hari ini, masing-masing sedang menuju ke mana-mana Dun yang kosong untuk menguatkan jentera masing-masing.

Tabuk adalah kawasan yang begitu jauh dengan Mekah, dan persiapan ketenteraan Islam agak kurang. Umat Islam yang keluar menuju ke Tabuk, seramai 30 000 orang, dan menyebabkan kelengkapan perang berkurangan. Seekor unta ditunggangi oleh 18 orang secara bergilir, dan unta-unta tersebut ada yang disembelih di pertengahan jalan, sebagai bekalan.

Berbeza dengan tentera Rom. Mereka mempunyai kelengkapan yang cukup, seperti baju besi, kuda dan sebagainya. Manakala Islam pula, terpaksa menuju ke Tabuk yang sangat jauh kedudukannya dari Kota Mekah. Sekiranya diukur dengan akal, kita akan berkata “agak susah bagi Islam untuk menang kerana mereka terpaksa berjalan jauh dalam keadaan kekurangan bekalan. Apabila sampai, sudah pasti ada di kalangan Islam yang lemah”….

Inilah ukuran akal kita. Sama sahaja sekiranya kita mengatakan “PAS terpaksa mengutip dana daripada sumbangan ahli-ahli mereka. PAS payah untuk mendapat permit ceramah untuk menguatkan kedudukan…” Ini juga ukuran mata kita. Tetapi hakikatnya Allah sahaja yang tahu.

Ketika Baginda SAW sampai di Tabuk, mereka berpusat di kawasan berhampiran. Mereka bersiap sedia di situ untuk menentang Rom. Baginda sempat memberi ucapan kepada tentera Islam supaya tidak melihat kepada material semata-mata. PAS hari ini juga diingatkan supaya tidak berjuang untuk merebut material seperti duit, pangkat dan sebagainya.

Setelah mendengar berita ketibaan tentera Islam, Kerajaan Rom agak takut. Mereka takut disebabkan takjub dengan kesungguhan umat Islam. Sudah lah berjalan kaki berbatu-batu, kekurangan makanan, kelengkapan perang tidak mencukupi, tetapi masih sanggup menentang Kerajaan Rom, yang besar itu.

Mereka tidak berani untuk mara ke hadapan kerana bimbang bertembung dengan Islam. Lalu mereka berpecah-pecah ke sempadan negeri. Mereka merasakan bahawa menarik diri itu lebih menyelamatkan keadaan mereka daripada ribuan tentera mereka terbunuh. Seorang pimpinan Rom datang berjumpa Rasulullah SAW untuk memeterai perjanjian (tidak berperang) dan bersetuju untuk mebayar jizyah.

Di Malaysia juga berlaku perkara yang sama. Barisan Nasional telah menarik diri daripada peperangan pilihanraya Penanti. Apakah sebabnya? Adakah mereka takut dengan kesungguhan PAS atau mereka tidak ingin untuk melihat PR mengamuk lagi di Penanti sepertimana yang berlaku di Bukit Gantang? Mungkin juga mereka tidak ingin melihat kemenangan PR di Penanti sebagai satu “menang mewah”.

Salam Perjuangan.

Saintis berusia 100 tahun tetap gigih.

ROM, 19 April - Pemenang anugerah Hadiah Nobel, saintis Rita Levi Montalcini berkata, walaupun usianya 100 tahun tetapi mindanya kini lebih tajam berbanding ketika berumur 20 tahun.

Levi Montalcini yang turut berkhidmat sebagai senator seumur hidup di Itali meraikan ulang tahun kelahirannya yang ke-100 Rabu lalu, dan beliau berucap sempena majlis penghormatan terhadapnya oleh Institut Penyelidikan Otak Eropah, semalam.

Beliau berkongsi hadiah Nobel perubatan 1986 dengan rakyat Amerika Syarikat, Stanley Cohen kerana menemui mekanisme mengawal pertumbuhan sel dan organ.

"Dalam usia 100 tahun ini, saya memiliki minda yang hebat berbanding ketika saya berumur 20 tahun, terima kasih kepada pengalaman," katanya pada majlis tersebut.

Dilahirkan di Turin, Levi Montalcini mengenang semula bagaimana undang-undang anti-Yahudi pada 1930-an di bawah pemerintahan rejim Benito Mussolini Fascist memaksanya keluar daripada universiti dan membuat penyelidikan di makmal dalam bilik tidurnya di rumah.

"Saya tidak takut saat-saat sukar itu, semua yang terbaik datang daripada mereka.

"Saya patut berterima kasih kepada Mussolini kerana mengisytiharkan saya sebagai bangsa yang rendah. Ini mendorong saya kepada kerja yang menggembirakan, tetapi malangnya bukan di universiti tetapi di dalam bilik tidur," ujar saintis itu. - AP/Sirajuddin Abbas