08 Mei 2010

Wong fei hong

22 Jamadil Awal 1431 H
Oleh: Mazrina Mohd Mokhtar

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China . Dalam filem itu, karakter Wong Fei Hung dimainkan oleh aktor terkenal Hong Kong , Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Perubatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China.

Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan
jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga imej kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab- kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu penrubatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik perubatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu perubatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pesakit klinik keluarga Wong yang meminta bantuan perubatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar kos perubatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pesakit yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah memilih bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pilih kasih. Secara rahsia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch'in yang rasuah dan penindas. Dinasti Ch'in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mula mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarnya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung berjaya melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang menjadi lagenda. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, abang seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang terlepas dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch'in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch'in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea ). Jika saja pemerintah Ch'in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepun), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu nescaya akan berjaya mengusir pendudukan Dinasti Ch'in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli perubatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berjaya mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berjaya menewaskan lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karana ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton . Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena isteri-isterinya meninggal dalam usia pendek. Setelah isteri ketiganya meninggal, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad'afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya.Wong Fei-Hung meninggal dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.

19 ulasan:

Awanama berkata...

bleh sertakan sumber rujukan?

Awanama berkata...

Supaya Allah menempat ia bersama orang yang soleh aminn

Kuda Perang berkata...

Subhanallah... ma a'jabtu bih...

john labu bukit beruntung berkata...

Takbirrrrrrrrrr!!!!

Allahuakbar...

BUJANG SUSAH berkata...

Asalamualaikum. info yang bagus cuma sumbernya kurang jelas. isu ini diperdebatkan di http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2358714 tapi ramai dari mereka menganggap Thraed ini sebagai HOAX sehingga penulisnya terpaksa memadam thread ini. Namun hakikatnya hanya Allah saja yang tahu. Wassalam.

Awanama berkata...

penyakit melayu mudah terima sesuatu tnpa selidik trlebih dulu..para imam hnya menerima sesuatu hadis apabila sanadnya tak trputus dan diselidiki perawinya terlebih dulu sebelum hadis itu disahkan. ini mengajar kepada kita supaya tak menerima sesuatu berita secara melulu.kita mmg disuruh berbaik sangka tetapi biarlah mengikut kaedah syariat supaya mklumat yg diterima membawa kebaikan bkn keburukan.

Awanama berkata...

HOAX.....boong banget....baca sejarahnya yang bener dong....

Awanama berkata...

tiada bukti kukuh tentang kebenarannya... seharusnya ada wakil2 NGO islam yang membuat kajian terperinci untuk membuktikannya... setidak-tidaknya, letaklah gambar kuburan / makamnya yang tentunya ada "kalimah ALLAH" sekiranya benar dia seorang islam

L a n Z a L I berkata...

yes..bru thu

Awanama berkata...

info menarik tapi banyak kesalahan pada fakta.. dinasti qing bukannyer dinasti chin... dinasti yang ditumbangkan ialah dinasti ming bukan yuan.. dinasti ming ini yang melahirkan laksamana cheng ho

Awanama berkata...

teruja bila membacanya..Moyang saya- Jamil Kok juga berasal dari Kwantung.

Awanama berkata...

Surah Al-Baqarah ayat 79;

Maka celaka kepada yang menulis Kitab dengan tangan mereka dan berkata: "Ini adalah dari Allah" supaya mereka boleh membeli dengannya harga yang murah! Celaka kepada mereka untuk apa yang tangan-tangan mereka telah tuliskan dan celaka kepada mereka untuk apa yang mereka perolehi.

sila kunjungi:

http://www.youtube.com/user/mnoors9

T Kasih

Awanama berkata...

bohongg... klau nak dakwa, macam2 bleh dakwa, cakap biar la ada fakta, stakat rujuk pada nama saja dah kata islam... aku ingat kau ni buta sejarah kot... klau cheng ho tu aku percaya walaupun namanya bukan islam. takan sejarahwan kat china tu tak ada org agama islam, dia org tak cakap apa2 pon, yg kau lebih2 ni apasal...

ahmadrazmie berkata...

Salam..

Boleh tak berikan rujukan terhadap artikel ini? Kita tak mampu ubah sejarah.. kerana sejarah adalah perkara lepas. tapi kita mampu cipta sejarah..

Pohon diberikan sumber rujukan yang tepat.. kalau ada buku lagi bagus.. kalau artikel dari laman web ni biasanya kurang tepat..

Awanama berkata...

jgn cepat menolak dan jgn cepat menerima
seuatu yg boleh terima walau pun masih samar2 dan tidak melanggar hukum syarak tak perlu kita bahaskan untuk menolak
lainlah kalau ia menggugat syarak
ok teruskan mengkaji

Awanama berkata...

ape pun komen kajian hrus d lakukn utk mncari kebenaran,sama ada benar atau tdak bnar itu x pnting yg pnting adalah usaha mncari kebenaran..

Awanama berkata...

semua nak menulis tanpa fakta sejarah yang tepat, jahanam laa mcm ni. Macam tu boleh juga la tulis tentang Abraham lincoln, michael faraday, fong sai yuk, duke ji chang (karakter komik kungfu thn 90an), merong mahawangsa etc sbg muslim. apa laaaa.

abuya berkata...

ya laaaaa. memperbodohkan org islam aje. Ada ke Cina yang makan babi ni Islam.

Awanama berkata...

Saya adalah seorang Muslim, saya sangat apreciate sekali dengan posting di atas. Namun tulisan di atas tidak menyebut sumbernya, saya coba untuk menemukan literaturnya belum juga mendapatkannya. saya search di google rata - rata tulisan ini hanyalah copy paste, sebagai muslim yang intelek kita harus meneliti lebih dalam lagi tentang fakta hidup, seperti buku2 atau catatan harian wong fei hung, makam wong fei hung dsb, hanya saja mungkin kita mengalami kesulitan untuk mengadakan penelitian tentang kebenaran cerita ini, hal ini terkait karena wong fei hung salah ikon Pemerintahan Cina. Mungkin kalau Cheng Ho semuang percaya termasuk teman2 kita yang no muslim karena bukti sejarahnya ada, serta buku-buku sejarah menyebutnya bahwa cheng ho adalah seorang muslim.