20 Ogos 2010

Refleksi Ramadhan : Ramadhan Bulan Jihad

9 Ramadhan 1431 H
Oleh: Syaikh

RENUNGAN KE- 12

Jihad adalah puncak ajaran Islam, terdapat padanya keistimewaan yang sangat besar, sebagaimana dikatakan dalam beberapa nash (teks) kitab atau sunnah, misalnya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihui wasallam bersabda,

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ أُرَاهُ فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ.

“Sesungguhnya pada surga itu terdapat seratus tingkatan, Allah menyediakannya untuk para mujahid di jalan Allah, jarak antara keduanya seperti antara langit dan bumi, maka jika kamu meminta kepada Allah, mintalah kepada-Nya Firdaus, karena sesungguhnya Firdaus itu tengah-tengahnya surga dan surga yang paling tinggi saya lihat di atasnya ada Arasy Ar-Rahman dan di situlah memancar sungai-sungai surga.” (HR. Al-Bukhari).

Dan sebenarnya bulan Ramadhan pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihui wasallam dan Salafus Shalih merupakan bulan jihad, bulan pengorbanan, dan bulan yang penuh dengan cita-cita, karena peristiwa besar yang terjadi pada masa beliau shallallahu ‘alaihui wasallam seperti peperangan misalnya terjadi pada bulan Ramadhan.

Pertama, Perang Badar Kubra

Perang ini adalah furqan di mana Allah membedakan dengannya masa tertindas dan dihinakan dengan masa kemenangan dan kejayaan bagi Rasul shallallahu ‘alaihui wasallam dan kaum mukminin, juga peristiwa tersebut sebagai pembeda, pemisah, dan tahapan yang penting dalam perjuangan dakwah.

Pada waktu terjadinya perang badar ini Nabi shallallahu ‘alaihui wasallam sempat mengangkat kedua tangannya berdoa kepada Allah Azza wa Jalla sehingga kain selendangnya jatuh dari pundaknya, sambil berdoa,

اَللَّهُمَّ نَصْرُكَ الَّذِيْ وَعَدْتَنِيْ، اَللَّهُمَّ نَصْرُكَ الَّذِيْ وَعَدْتَنِي، اَللَّهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ لاَ تُعْبَدْ بَعْدَ الْيَوْمِ فِي اْلأَرْضِ.

“Ya Allah, aku memohon pertolongan-Mu yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, aku memohon pertolongan-Mu yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, andaikan umat ini hancur luluh, niscaya Engkau tidak disembah lagi di muka bumi ini setelah hari ini.”

Sehingga –pada waktu itu– Abu Bakar merasa kasihan terhadap beliau lalu mendekatinya dan meletakkan kembali kain selendangnya ke pundak beliau sambil berkata, “Ya Rasulullah, (yakinlah) setelah untaian doa yang engkau sampaikan kepada Rabbmu, niscaya Allah akan menyelamatkanmu sebagaimana yang dijanjikan.”

Kemudian Allah Ta’ala menurunkan pertolongannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka menanglah kaum muslimin dengan kemenangan yang gemilang. Allah Ta’ala berfirman, “Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.” (Ali Imran: 123).

Kedua, Fathu Makkah (pembebasan kota Mekkah).

Peristiwa ini termasuk peristiwa penting dan besar pada jaman Rasulullah shallallahu ‘alaihui wasallam karena Mekkah adalah pusat Jazirah Arab, dan sebagai tempat pelaksanaan haji dan umrah, dan sebagai tempat bernaungnya hati seluruh manusia dari segenap penjuru.

Pada waktu itu, kota Mekkah sempat dikuasai sepenuhnya oleh para penyembah berhala yang berlangsung sampai tahun kedelapan setelah hijrahnya Nabi shallallahu ‘alaihui wasallam ke kota Madinah, sehingga pada hari Hudaibiyyah mereka (orang-orang musyrik) melarang Nabi shallallahu ‘alaihui wasallam memasuki kota Mekkah untuk menunaikan umrah,

tetapi ketika terjadi pembebasan kota Mekkah pada tahun kedelapan hijrah, berbondong-bondonglah para utusan dari semua jazirah Arab untuk bergabung dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihui wasallam dan berbai’at kepadanya menyatakan masuk Islam, dan hal itu terjadi pada tahun kesembilan.

Dengan demikian benarlah pernyataan, “Sesungguhnya fathu Mekkah adalah sebuah moment yang dengannya tuntas-lah keasingan Islam, dan berjayalah Islam di semua pelosok Jazirah Arab, dan hancurlah syirik dan paganisme yang terdapat di Jazirah Arab.

Sebenarnya tarikh Islam itu dipadati oleh berbagai peristiwa besar yang terjadi pada bulan Ramadhan; salah satunya adalah perang Ain Jalut di mana, Allah telah memenangkan kaum muslim pada waktu itu ketika melawan orang-orang salib (Nashrani) dengan kepemimpinan Al-Mamalik, maka patahlah kekuatan mereka, musnahlah persenjataan mereka, dan tidak ada lagi perlawanan mereka setelah itu.

Berbicara tentang jihad di bulan Ramadhan hendaknya kita berhenti dulu sejenak dengan dua hal berikut ini:

Tidak sedikit kaum muslimin dewasa ini keliru dalam memahami bulan Ramadhan, menurutnya Ramadhan bukan bulan jihad, dan bukan bulan pengorbanan, pada akhirnya mereka malas, banyak tidur dan tidak memiliki pekerjaan yang jelas. Tentu hal ini salah besar dan kekeliruan yang sangat membahayakan,

maka hendaknya kita berkewajiban untuk meluruskan pemahaman mereka yang salah tersebut, serta berupaya untuk menumbuhkan semangat ruh jihad pada jiwa mereka di bulan Ramadhan khususnya dan di setiap saat pada umumnya.

Jihad memiliki lapangan kerja yang luas, termasuk di dalamnya memikul senjata, berkorban dengan harta, jihad dengan lisan, amar ma’ruf nahi munkar, ta’lim, berdakwah, dan yang lainnya.

Sebagaimana kita ketahui saudara-saudara kita seiman ada yang memikul senjata (berperang) membela dirinya dan mempertahankan agamanya seperti yang terjadi di Afganistan, Palestina, Eriteria, Filipina, Kasmir, dan negera Islam lainnya.

Negara yang disebutkan tadi, sangat dimungkinkan terdapat sekelompok Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang tidak diragukan lagi akidahnya, kewara’annya, ketakwaannya, dan keshalihannya,

mereka dengan semangat memerangi, membunuh musuh-musuh Islam, orang-orang kafir, Yahudi, Nashrani, Komunis, dan yang lainnya. Mereka –Al-Mujahidin– sangat menunggu bantuan kaum muslimin yang ada di barat dan timur dengan menyumbangkan sebagian hartanya, doa, dan partisipasi lainnya. Wallahul Musta’an.

Refleksi Ramadhan : Ramadhan Bulan Sedekah

9 Ramadhan 1431 H
Oleh: Syaikh

RENUNGAN KE-13

Pada umumnya, berinfaq adalah salah satu sebab dekatnya seseorang dengan Rabbnya, juga sebab masuknya ke surga, harta tidak akan berkurang karena diinfaqkan, bahkan sebaliknya harta akan semakin bertambah, sebagaimana dikatakan Nabi shallallahu ‘alaihui wasallam dalam haditsnya yang shahih dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ.

“Tidak berkurang harta yang disedekahkan, dan Allah tidak akan menambahkan kepada seseorang yang suka memaafkan, melainkan kemuliaan, dan tidaklah seseorang bertawadhu’ (merendahkan diri) karena Allah melainkan Allah mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim).

Sesungguhnya ini adalah kesempatan yang sangat berharga bagi kita untuk meraih pahala yang besar dari Allah Ta’ala, di samping itu ia juga sebagai salah satu sebab masuk surga, sebagaimana dikatakan dalam haditsnya yang shahih, salah satunya:

Dari Abu Kabsyah Al-Anmari radhiallahu ‘anhu ia mengatakan bahwa ia telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihui wasallam bersabda, “Ada tiga orang yang akan saya ceritakan kepadamu, dan saya bersumpah kepadamu, ingatlah cerita ini,

Tidak akan berkurang harta seseorang karena bersedekah.

Dan tiada seseorang yang dianiaya lalu ia tetap bersabar, melainkan ditambah kemuliaannya oleh Allah Ta’ala.

Dan tiada seseorang membuka pintu minta-minta, melainkan Allah membukakan baginya pintu kemiskinan.

Saya akan bercerita kepadamu maka ingatlah cerita ini: Sesungguhnya dunia ini hanya untuk empat macam orang,

Seorang yang diberi rezeki harta dan ilmu, lalu ia pergunakan untuk bertakwa kepada tuhannya, menyambung tali silaturrahmi; maka orang ini dalam tingkat yang tertinggi.

Seorang yang diberi ilmu tetapi tidak diberi harta, lalu dengan niat yang sungguh-sungguh ia berkata, “Kalau saya diberi harta pasti saya akan beramal sebagaimana si fulan”, maka ia mendapatkan pahala niatnya, dan pahala kedua orang itu sama.

Seorang yang diberi kekayaan tetapi tidak diberi ilmu, lalu ia menyia-nyiakan hartanya tanpa ilmu, tidak dipergunakan bertakwa kepada tuhannya, menyambung tali silaturrahminya dan mengenal hak Allah maka orang ini ada pada seburuk-buruk tempat.

Seorang yang tidak diberi harta dan tidak berilmu, lalu ia berkata, “Andaikan saya mempunyai harta niscaya saya akan berbuat sebagaimana kelakuan si fulan,” maka ia mendapatkan balasan atas niatnya, dan dosa kedua orang itu sama.

Hadits tersebut menunjukkan bahwa niat seorang mukmin yang benar untuk berinfaq di jalan Allah, atau berbuat amal kebajikan, sama halnya dengan orang yang melaksanakannya dengan syarat niatnya benar, bukan angan-angan, sebagaimana yang dilakukan orang maksiat, mereka menginginkan karunia Allah, namun ketika dikabulkan mereka kembali kepada kekafiran. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan di antara mereka ada orang yang berikrar kepada Allah, ”Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, pasti kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh”.

Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).

Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai pada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta.” (At-Taubah: 75-77).

Di dalam Shahih Muslim diriwayatkan hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Ketika seseorang berjalan di hutan, tiba-tiba mendengar suara dari awan, siramkan ke kebun fulan, mendadak awan itu berpaling dan menuangkan airnya di tempat yang banyak batu, ternyata salah satu selokan dapat menerima air itu semua,

maka diikutinya jalan air itu, tiba-tiba sampai ke suatu kebun di mana ada seseorang yang berdiri di muka kebun sambil memindahkan air, maka ditanya, ‘Hai hamba Allah, siapa namamu?’ ia menjawab; ‘si fulan’ persis nama yang telah di dengarnya dari awan, lalu ia balik bertanya kepadanya, ‘Mengapa kau tanya namaku?’ Jawabnya, ‘Saya tadi telah mendengar suara dari awan, siramkan airmu ke kebun fulan yang tepat dengan namamu, maka apa yang kamu lakukan padanya?’

Jawabnya, jika benar apa yang engkau katakan, maka sesungguhnya saya selalu memperhatikan hasil kebun ini, lalu saya bagi sepertiganya untuk sedekah, sepertiganya lagi untukku sekeluarga, dan sepertiganya lagi untuk bibit.” (HR. Muslim).

Demikianlah Allah telah memberkati laki-laki tersebut dan telah meluaskan rezekinya, juga memberi kecukupan semua pembiayaan tanamannya, sehingga Allah menyuruh malaikat-Nya yang kemudian berkata kepada awan, “Siramkan ke kebun fulan… siramkan ke kebun fulan!”. Dia mengkhususkan kebun sifulan tanpa yang lainnya.

Dari sini jelaslah bahwa bencana yang menimpa sebagian besar orang itu sangat dimungkinkan karena ulah tangan perbuatan mereka, barangkali kisah nyata lain yang bisa dijadikan contoh adalah apa yang telah diceritakan kepadaku oleh seorang Qodhi (hakim),

di mana ada seseorang datang kepadanya untuk mengadukan urusannya, di mana kambingnya disambar petir, maka musnahlah kambingnya tidak kurang dari 700 ekor, kemudian ia mengajukan ke pengadilan agar bisa menutupi kerugiannya. Hakim berkata, “Barangkali anda tidak mengeluarkan zakatnya (zakat peternakan), kemudian dia keluar dan tidak datang lagi setelahnya, mungkin karena tersinggung dengan apa yang saya katakan tadi,” ujar hakim.

Jadi seolah-oleh kalimat yang dilontarkan hakim tersebut menusuk hati sanubarinya yang dalam lalu ia sadar akan dosanya selama ini yang akhirnya mengakibatkan malapetaka pada kekayaannya, kemudian ia tidak melanjutkan usahanya untuk menutupi kerugian tersebut. Mudah-mudahan ia bertaubat kepada Allah Ta’ala dari dosa ini (tidak menunaikan zakat).

Adi bin Hatim meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihui wasallam bersabda,

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ سَيُكَلِّمُهُ اللَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ تُرْجُمَانٌ فَيَنْظُرُ أَيْمَنَ مِنْهُ فَلاَ يَرَى إِلاَّ مَا قَدَّمَ وَيَنْظُرُ أَشْأَمَ مِنْهُ فَلاَ يَرَى إِلاَّ مَا قَدَّمَ وَيَنْظُرُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلاَ يَرَى إِلاَّ النَّارَ تِلْقَاءَ وَجْهِهِ فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ.

“Tidaklah salah seorang dari kamu melainkan ia akan diajak berbicara langsung oleh Allah tanpa perantara (juru bicara), lalu ia melihat ke kanan, tiada terlihat kecuali amalnya, dan menoleh ke kiri maka tiada terlihat melainkan amalnya, kemudian ia melihat ke depan, terlihat api tepat di depan wajahnya, maka hindarkan dirimu dari api (dengan bersedekah) walau separoh kurma.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits lain dikatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihui wasallam keluar rumah di waktu Idul Adha atau Idul Fitri menuju mushala (lapangan) lalu ia berpaling dan menasehati orang-orang dan menyuruh mereka bersedekah, beliau bersabda, “Hai orang-orang bersedekahlah!” lalu beliau mendekati kaum wanita kemudian berkata, “Hai kaum wanita, bersedekahlah!, sesungguhnya aku melihat kalian adalah penghuni neraka terbanyak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihui wasallam menjelaskan dalam hadits tersebut keistimewaan sedekah, di mana ia merupakan salah satu sebab terbesar terhindarnya jiwa dari api neraka, kendatipun kecil. Sedekah merupakan bukti kebenaran iman seseorang. Dikatakan dalam hadits Al-Haris Al-Asy’ari yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihui wasallam bersabda,

وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ.

“Sedekah itu bukti (keimanan seseorang).” (HR. Muslim).

Karena jiwa tabiatnya mencintai harta, maka di saat seseorang mampu menundukkan jiwanya dan menginfaqkan harta di jalan Allah, itu menjadi bukti bahw ia telah memprioritaskan mardhatillah, serta mengutamakan keinginan Allah daripada keinginan dirinya. Allah Ta’ala berfirman, “Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Al-Hasyr: 9).

Hadits tentang sedekah sangat banyak, akan tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana orang yang bersedekah bisa menyembunyikan semampu mungkin sedekahnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihui wasallam bersabda,

صَنَائِعُ الْمَعْرُوْفِ تَقِيْ مَصَارِعَ السُّوْءِ، وَصَدَقَةُ السِّرِ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَصِلَةُ الرَّحِمِ تَزِيْدُ فِي الْعُمْرِ.

“Amal kebajikan dapat menghindarkan seseorang dari mati yang jelek, dan sedekah dengan sir (sembunyi-sembunyi) dapat memadamkan kemurkaan Allah, dan silaturrahmi dapat menambah usia.” (HR. At-Tabrani).

Adalah suatu kesalahan manakala seseorang bersedekah dengan nilai seratus ribu riyal atau lima ratus ribu riyal atau satu juta riyal, hanya karena ingin dicatat namanya di surat kabar atau terdaftar dalam nama-nama donatur atau karena ingin disebut penyumbang terbesar.

Kecuali kalau tujuannya untuk mengajak serta memotifasi orang-orang dalam bersedekah maka hal itu baik, tetapi kalau karena riya’ dan ingin disebut-sebut orang maka dia rugi di dunia dan celaka kelak di akhirat –Waliyadzu Billah–

Dengan demikian, kesimpulannya bahwa keistimewaan sedekah sangat besar, pahalanya juga banyak di sisi Allah. Karenanya seorang muslim seyogyanya bersungguh-sungguh memperbanyak sedekah terutama di bulan Ramadhan, bukan hanya bersungguh-sungguh saja tetapi melipatgandakannya.

Sebagaimana halnya Rasulullah shallallahu ‘alaihui wasallam amat dermawan melebihi dari bulan-bulan lainnya. Kedermawanan beliau pada bulan Ramadhan yang mulia ini di karenakan tiga faktor:

Munasabah (momentum) Ramadhan, di mana amal kebajikan dilipatgandakan (pahalanya) serta derajatnya dinaikkan, maka tepatlah jika seseorang mendekatkan dirinya kepada sang pencipta dengan memperbanyak amal shaleh.

Banyak membaca Al-Qur'an; di dalamnya terdapat anjuran berinfaq, hidup sederhana, zuhud, juga persiapan menuju akhirat, maka tersentuhlah hatinya kemudian berinfaq di jalan Allah.

Karena adanya pertemuan antara beliau shallallahu ‘alaihui wasallam dengan jibril, Mujalatus Shalihin seperti ini pasti akan meningkatkan keimanan dan ketaatan seseorang kepada Rabbnya.

Berbicara tentang kedermawanan beliau shallallahu ‘alaihui wasallam membutuhkan waktu yang panjang, tapi yang jelas beliau orang yang paling dermawan di dunia ini, kedermawanannya tidak terbatas, sehingga tidak pernah beliau diminta seseorang kecuali memberinya.

Pernah datang seseorang yang meminta baju yang dikenakannya, maka beliau masuk rumah lantas keluar kembali dengan baju telah ditanggalkannya, lalu memberikannya kepadanya.

Beliau juga pernah membeli sesuatu dengan harga lebih, bahkan mengembalikan lagi ke penjual setelah dibeli tanpa diambil uangnya, atau beliau meminjam sesuatu, lantas mengembalikannya dengan keadaan yang lebih baik dari semula, beliau juga pernah menerima hadiah terus ia membalasnya lebih banyak dari apa yang beliau terima.

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihui wasallam amat senang di saat memberi atau bersedekah daripada menerima sesuatu dari orang lain, tepatlah apa yang dikatakan oleh penya’ir:

Kau dapati dia berseri-seri
Seakan-akan kau yang akan memberinya
Padahal kau sendiri yang akan meminta
Demikianlah kedermawanan Nabi shallallahu ‘alaihui wasallam yang sangat luhur dan mulia.

Berkenaan dengan infaq dan shadaqah, kita juga berkepentingan untuk membicarakan orang atau lembaga yang ber-hak menerimanya, yaitu di antaranya:

Pertama: Para Mujahid di Jalan Allah.

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekaan) budak, orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” (At-Taubah: 60).

Jadi para mujahid termasuk salah satu ashnaf zakat yang delapan, sebagaimana yang saya katakan tadi bahwa di sebagian negara terdapat para mujahid yang benar-benar sedang berjuang membela agama Allah.

Selama kita belum mampu memikul senjata sebagaimana mereka, atau menyantun secara khusus keluarganya, maka kita berkewajiban membantu mereka minimalnya dengan sebagian harta kita melalui lembaga-lembaga yang amanah dan terpercaya. Saya yakin ini adalah salah satu ashnaf zakat yang terbesar dewasa ini.

Kedua: Fuqara’ dan orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan.

Khususnya para pemuda dan pelajar, di antara mereka ada yang tidak mampu, tidak bisa melanjutkan sekolah atau kuliah karena terbentur biaya, atau mau menikah agar terjaga dirinya dari perbuatan maksiat serta menginginkan kesempurnaan agamanya, tetapi kendala dana yang tidak mencukupi.

Ketiga: Lembaga amil zakat infaq dan shadaqah yang amanah.

Lembaga seperti ini adalah lembaga yang pandai mendistribusikan uang zakat, infaq, dan shadaqah kepada orang-orang yang berhak menerimanya, mereka mendata para mustahiq kemudian menyeleksinya, ada yang dibantu per bulan dan lainnya, oleh karenanya tidak apa-apa zakat dan shadaqah kita titipkan ke lembaga tersebut selama terjamin keamanahannya.

Sesungguhnya membantu fakir miskin, orang-orang yang lemah, serta mendata mereka di tempat kediamannya, di kampung, di pedesaan, di kolong jembatan dan yang lainnya merupakan salah satu amal yang mulia dan besar pahalanya di sisi Allah Ta’ala.

Juga sama halnya dengan orang-orang yang membantu dan menginfaqkan sebagian harta kepada lembaga seperti ini, bahkan akan lebih besar pahalanya di sisi Allah Ta’ala dengan syarat tidak ada unsur riya’, sum’ah (ingin didengar orang lain), manni (menyebut-nyebutnya), dan adza (menyakiti si penerima).

Dan tentu sesuatu yang sangat baik, manakala seseorang memberi bantuan yang bisa mencukupi kebutuhan diri orang fakir dan keluarganya untuk waktu tertentu. Allah Ta’ala berfirman, “Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Muzzammil: 20).

Menonton wayang yang halal

9 Ramadhan 1431 H
Oleh: AKHISALMAN

SYARAT-SYARAT

Dr Yusuf qardawi telah menggariskan 3 syarat untuk mengharuskan melihat cerita di panggung wayang, pentas teater dan seumpamanya.

Pertama: Hendaklah isi cerita tersebut tidak ada perkara yang mempunyai unsur-unsur sex, kejahatan dan semua perkara yang menyalahi syariat dan adab-adab Islam.

Cerita-cerita yang menaikkan syahwat, menggalakkan untuk membuat dosa, merangsang jenayah, membawa pemikiran yang menyeleweng dan mempunyai unsur2 akidah yang sesat adalah haram dilihat oleh orang Islam

Kedua: Tidak menyebabkan terlalai dari mengerjakan kewajipan agama, terutamanya kewajipan solat. Firman Allah swt :

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,

الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,

4 dan 5 surah al-Ma’un

Ketiga: Tidak berlaku pergeselan diantara penonton lelaki perempuan dan tidak ada percampuran yang mendorong kepada maksiat. Ini bagi mengelakkan maksiat dan menjauhkan dari fitnah. Lebih-lebih lagi menonton dalam gelap. Nabi saw bersabda:

لِأَنْ يُطْعَنَ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِْخَيطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمُسَّ اِمْرَأَةً لَا تَحِلُّ لَهُ

“ Ditusuk di kepala seseorang dengan jarum besi lebih baik dari dia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.”

Hadis riwayat al-Baihaiqi dan at-Thabrani dengan sanad yang sahih.

MELIHAT AURAT DIKACA TV

Hukum melihat aurat dikaca tv adalah diharuskan menurut fatwa dari ulama Azhar, fatwa lajnah fatwa ulama Kuwait dan ulama-ulama yang lain. Ianya disayaratkan dengan syarat tidak menimbulkan fitnah seperti merangsang nafsu atau terpautnya hati.

Dalam kitab Tuhfatul Muhtaj disebut pengharusan melihat aurat imej wanita dalam air atau dalam cermin selagi tidak ditakuti fitnah (tarikan).

Namun ada juga mengharamkannya seperti ulama Saudi dan Dr Taufik Ramadan al-Bouti.

Shu Neng Sheng Qiao

9 Ramadhan 1431 H



Latihan Hasilkan Kecekapan

Asal Usul:

Pada zaman Dinasti Song Utara (tahun 960-1279), ada seorang hulubalang bernama Chen Yaozi yang sangat pandai memanah. Setiap panahannya akan kena tepat pada sasarannya.

Pada suatu hari, Hulubalang Chen Yaozi mahu menunjukkan kecekapannya itu kepada orang ramai, dengan membuat latihan memanah di sebuah taman terbuka milik keluarganya. Apabila melihat anak panah yang dilepaskan oleh hulubalang itu, semuanya kena tepat pada sasarannya, orang ramai pun bertepuk tangan, sambil bersorak riang,

"Hulubalang ini hebat sekali! Hulubalang ini hebat sekali!"

Tiba-tiba, datanglah seorang tua penjual minyak. Dia memindahkan pengandarnya, sambil berkata, "Hulubalang ini memang hebat, tetapi itu hanyalah hasil daripada latihan yang dibuatnya setiap hari sahaja. Tiada apa-apa pun yang istimewa."

Mendengar kata-katanya itu, orang ramai yang tadinya bersorak riang, terus terdiam. Hulubalang itu merasakan dirinya tercabar. Dia menghampiri penjual minyak itu, sambil berkata dengan suara yang lantang, "Jika benar suatu kecekapan dapat diperoleh hanya dengan membuat latihan sahaja, silalah tunjukkan kepandaian kamu!"

Penjual minyak itu menjawab dengan tenang, "Kata-kata saya tadi bolehlah saya buktikan dengan pengalaman saya menuang minyak ke dalam botol.

" Sebaik sahaja menghabiskan kata-katanya, dia pun meletakkan sebiji botol berbentuk labu di atas tanah, lalu menutup mulut botol itu dengan sekeping syiling tembaga yang berlubang kecil di tengahnya.

Kemudian, dia mula menuang minyak ke dalam botol itu menerusi lubang kecil itu dari tempat yang agak tinggi. Hebat sungguh! Tidak ada setitis pun yang tumpah atau terkena pada syiling tembaga itu.

Orang ramai yang ada di situ amat terkejut, lalu kembali bersorak. Pada ketika itu, barulah hulubalang Chen Yaozi menyedari bahawa apa yang dikatakan oleh penjual minyak itu adalah benar. Latihan yang dibuat dengan tekun pasti menghasilkan kecekapan.

Catatan Keterangan:

Peribahasa "Shu Neng Sheng Qiao" atau "Latihan Hasilkan Kecekapan", dan "Kecekapan Merupakan Hasil daripada Latihan" ini membawa erti, kecekapan yang istimewa dapat diperoleh oleh sesiapa sahaja yang sanggup membuat latihan dengan tekun dan gigih tanpa mengaku kalah.

CRI/-

P'raya: Ribuan Pemuda PAS berkampung di Rusila

9 Ramadhan 1431 H
Oleh: Abdul Rahim Sabri

Ribuan Pemuda PAS akan berkumpul di Masjid Rusila di Marang pada 1 hingga 3 Oktober ini bagi membincangkan persediaan menghadapi pilihan raya umum yang akan datang.

Timbalan Ketua Pemuda PAS Azman Shapawi Abd Rani berkata dijangkakan sekurang-kurangnya 6,000 akan berkumpul di masjid yang diasaskan oleh presidennnya Datuk Seri Abdul Hadi Awang itu.

"Ia akan melibatkan Pemuda PAS seluruh Malaysia," katanya dalam sidang media di ibu pejabat PAS di Kuala Lumpur pagi ini.

Azman Shapawi berkata, Murysidul Am Datuk Nik Aziz Nik Mat dan wakil gerakan Islam daripada luar negara dijadual turut hadir menyertai perhimpunan yang dinamakan sebagai "Ijtimak Tarbawi" (Perkampungan Tarbiah).

Program tersebut diputuskan dalam mesyuarat dewan itu petang semalam, tambahnya.

Dalam tempoh menghadapi pilihan raya umum ke-13, Azman Shapawi berkata pihaknya akan mengadakan satu lagi perhimpunan besar-besaran pada tahun depan bagi tujuan yang sama.

Katanya, dalam perhimpunan di Kedah, dijangka pada Mac, seramai
puluhan ribu anggota Pemuda PAS akan hadir.

"Selepas Mac tahun depan, dijangkakan musim untuk (persediaan) pilihan raya," katanya yang juga ahli jawatankuasa PAS Terengganu.

Katanya, tindakan itu bagi melaksanakan arahan daripada Pejabat Agung parti yang menjangkakan pilihan raya umum akan dilaksanakan antara April hingga Julai depan.

"Selepas raya (Aidilfitri),dijangka bulan 10, 11 tahun ini, DUN Sarawak dibubarkan." kata Azman Shapawi.

Sementara itu, beliau juga mengumumkan keputusan mesyuarat bulanan dewan itu semalam yang menerima perletakan jawatan setiausahanya Kamaruzzaman Mohamad.

Tempatnya digantikan oleh Ketua Pemuda PAS Johor Kharil Faizi Ahmad Kamil.

Malaysiakini/-

Selangor lancar kempen anti-zina 30 Ogos

9 Ramadhan 1431 H

Kerajaan Selangor menerusi Jawatankuasa Generasi Idaman Selangor (GeMS) akan melancarkan kempen anti-zina sebagai satu daripada usaha untuk membendung kes buang bayi.

Pengerusi jawatankuasa tetap Pendidikan, Pengajian Tinggi dan Pembangunan Sumber Manusia Selangor, Halimah Ali, berkata kempen itu akan dilancarkan sempena program untuk menangani gejala sosial pada 30 Ogos ini di I-City, Seksyen 7 di Shah Alam yang dijangka dihadiri 3,000 belia.

"Program ini juga sempena sambutan kemerdekaan negara dan akan dimulakan dengan Solat Isyak dan Tarawih berjemaah selain beberapa aktiviti kesenian dan persembahan artis jemputan," katanya kepada pemberita di Shah Alam hari ini.

Beliau berkata program itu bertujuan mengingatkan remaja supaya tidak lalai dan terjebak dalam gejala sosial termasuk sehingga terlanjur melakukan zina dan membuang bayi.

Halimah berkata, semua pihak termasuk badan bukan kerajaan (NGO), aktivis sosial, Jabatan Pelajaran Negeri, Jabatan Kebajikan Masyarakat, pertubuhan belia dan pihak sekolah juga akan terbabit secara langsung dalam menangani isu gejala sosial itu.

Sementara itu, Pengerusi Jawatankuasa Permodenan Pertanian, Pengurusan Sumber Alam dan Pembangunan Usahawan negeri, Yaakob Sapari, berkata lapan penternak lembu di kawasan Majlis Perbandaran Subang Jaya (MPSJ) dan Majlis Bandaraya Shah Alam (MBSA) diarah berpindah ke ladang ternakan baru di Sungai Nilam, Hulu Selangor.

Beliau berkata, keputusan itu diambil bagi mengatasi masalah ternakan yang berkeliaran serta ditempatkan di lokasi yang tidak sesuai seperti berhampiran kediaman, kolej dan di bawah jambatan.

"Kerajaan negeri memperuntukan tanah seluas 32.4 hektar di Sungai Nilam dengan kemudahan infrastruktur lengkap bagi menampung kira-kira 500 ekor lembu milik kumpulan penternak itu. Penternak hanya perlu membina kandang di kawasan tanah berkenaan," katanya.

Beliau berkata, pihak PBT terbabit akan mengeluarkan notis kepada penternak berkenaan dalam masa terdekat ini.

Malaysiakini/-

AirAsia catat untung pra-cukai tinggi

9 Ramadhan 1431 H

Untung pra-cukai AirAsia Bhd meningkat 4.38 peratus kepada RM144.213 juta untuk suku kedua berakhir 30 Jun 2010, daripada RM138.161 juta suku yang sama tahun lepas.

Pendapatan meningkat 25.76 peratus kepada RM940.656 juta daripada RM747.996 juta sebelumnya, katanya dalam kenyataan kepada Bursa Malaysia hari ini.

"Pertumbuhan pendapatan disokong oleh 11 peratus pertumbuhan dalam jumlah penumpang dan tambang purata yang lapan peratus lebih tinggi pada RM173 berbanding RM160 yang dicapai pada suku kedua tahun lepas," kata syarikat tambang rendah itu.

Untuk tempoh enam bulan pertama tahun ini, AirAsia melaporkan untung pracukai yang tinggi iaitu RM400.400 juta berbanding RM262.279 juta yang dicatatkan dalam tempoh yang sama tahun lepas.

Pendapatannya melonjak kepada RM1.819 bilion daripada RM1.545 bilion sebelumnya.

AirAsia berkata tunai syarikat daripada operasi ialah RM188 juta, penurunan sebanyak RM108 juta berbanding suku sebelumnya yang berakhir 31 Mac 2010.

Mengulas mengenai prospek, AirAsia berkata berdasarkan kepada trend tempahan ke hadapan semasa, asas permintaan penumpang dalam suku ketiga dan keempat untuk operasi-operasi Malaysia, Thai dan Indonesia kekal positif.

Syarikat penerbangan itu berkata faktor muatan yang dicapai pada Julai seiring dengan tahun sebelum sementara terdapatnya penambahbaikan yang signifikan untuk perolehan.

"Jika tiada sebarang halangan, para pengarah kekal positif dengan prospek kumpulan untuk separuh kedua 2010," katanya.

AirAsia berkata ia akan menerima penghantaran enam pesawat A320 dalam suku ketiga tahun ini, dua akan beroperasi di Malaysia dan empat di Thailand.

Dalam suku keempat, empat pesawat A320 akan dihantar, satu akan beroperasi di Malaysia dan tiga di Indonesia, katanya.

Pesawat baru itu akan digunakan untuk mengganti B737 dan menyediakan kapasiti tambahan ke seluruh rangkaian.

Malaysiakini/-

'BN pentaskan 'opera Cina' dibintangi Muhyiddin, Chua'

9 Ramadhan 1431 H

PAS menyifatkan 'pertelingkahan' antara Umno dan MCA dalam isu ekuiti bumiputera umpama bangsawan Melayu dan Opera Cina menjelang Operasi Lalang 1987 yang menyebabkan pemimpin pembangkang dikambinghitamkan.

Naib Presiden PAS Datuk Mahfuz Omar (kiri) berkata selepas 23 tahun,ia dipentaskan semula dengan 'pelakon' yang berbeza.

"Kalau dulu (antara) Datuk Seri Najib dan (bekas timbalan presiden MCA) Datuk Lee Kim Sai, kini (giliran) Tan Sri Muhyiddin Mohd Yassin dan (presiden MCA) Datuk Seri Dr Chua Soi Lek," kata Mahfuz yang juga ahli parlimen Pokok Sena.

"Apakah selepas ini ada operasi lalang kedua? (Akan ada) pemimpin pembangkang yang akan dikambinghitam (oleh) Umno/BN.

"(Mereka) akan terus berkuasa untuk meratah rakyat dan khazanah negara," katanya.

Najib ketika itu berkhidmat sebagai pemangku menteri belia dan sukan.

Dalam satu kenyataan hari ini, Mahfuz yang juga ahli parlimen Pokok Sena berkata sejak tragedi berdarah 13 Mei 1969 lagi, pentas "politik bangsawan Melayu dan opera Cina" sentiasa menjadi tarikan untuk dipersembahkan.

Katanya, seperti pada tahun 1987, sandiwara itu dipentaskan ketika Umno dan MCA mengalami krisis kepercayaan daripada kaum masing-masing.

Ketika itu, tambahnya, orang Cina melihat MCA gagal melindungi bangsa merekam sebaliknya pemimpinnya dilihat membina kekayaan, manakala pemimpin Umno pula dilihat mengamalkan kronisma dan nepotisme demi mengumpul kekayaan.

"Dihunuskan keris bangsawan Melayu dan pedang opera Cina bergegak gumpita seluruh negara. Datuk Lee Kim Sai lantang memperlihatkan keberaniannya mempersoalkan hak Melayu.

"Umno pula berlagak seperti Hang Jebat pembela ketuanan Tuah. Umno mencadangkan himpunan umat Melayu di Stadium Jalan Raja Muda, Kuala Lumpur.

"Jelajah mereka seluruh negara berpesan pada Melayu jangan lupa bawa mancis api dan senjata tajam keperhimpunan Melayu di Kuala Lumpur untuk bakar rumah Cina dan basahkan Kuala Lumpur dengan darah orang Cina," kata Mahfuz.

Setelah politik negara menjadi tegang, polis mengumumkan perhimpunan tersebut tidak dibenarkan dan berlakulah penangkapan beberapa pemimpin pembangkang bawah akta kontroversi ISA.

"Pelakon watak utama sandiwara bangsawan Melayu dan Opera Cina Datuk Seri Najib dan Datuk Lee Kim Sai diberi cuti ke Australia. Pemimpin pembangkang dan NGO diberi cuti rehat di Kem Kemunting," katanya.

Malaysiakini/-

Kain rentang: Anwar minta polis siasat segera, teliti

9 Ramadhan 1431 H

PETALING JAYA, 18 Ogos: Ketua Umum Parti Keadilan Rakyat (PKR), Datuk Seri Anwar Ibrahim menyifatkan isu kain rentang provokatif yang didakwa menggunakan foto Sultan Johor yang ditimbulkan pemimpin Umno adalah bertujuan menimbulkan kemarahan rakyat Johor, terutamanya di kawasan majoriti Melayu di luar bandar.

Beliau pada sidang media selepas kenyataannya dirakam tiga anggota polis pagi tadi berkata, tindakan itu juga seolah-olah mahu mengheret Sultan Johor ke kancah politik.

"Sudah tentu perkara ini tidak menguntungkan PKR ataupun Pakatan Rakyat. Ia sengaja dihantar ke kawasan majoriti orang Melayu, seolah-olah kita memperkenalkan Datuk Chua Jui Meng sebagai Menteri Besar Johor.

"Ini tidak benar. Apa yang diputuskan oleh parti adalah beliau dilantik untuk membina kekuatan bagi PKR dan Pakatan Rakyat di negeri Johor.

"Tidak pernah menjadi amalan kita. Apatah lagi apabila ia melibatkan nama baik Tuanku Sultan Johor. Jadi kita minta pihak polis siasat dengan segera dan teliti," katanya.

Chua yang merupakan Pengerusi PKR Johor pula berkata tindakan pihak yang cuba mengaitkan PKR adalah satu tindakan yang berniat jahat untuk menyebabkan Sultan Johor murka kepada parti.

"Kita tidak sebegitu bodoh untuk katakan, yang saya dicalonkan sebagai Menteri Besar Johor. Ini adalah satu muslihat yang gagal.

"Sebagai seorang peguam yang terlatih dalam bidang undang-undang, saya tahu bahawa orang Cina seperti saya tidak boleh menjadi Menteri Besar. Ini tak masuk akal dan tak logik langsung.

"Matlamat mereka gagal, kerana tidak ramai orang yang percaya dengan apa yang ditulis di atas kain rentang itu. Tiada siapa yang untung daripada perbuatan mereka ini. Jadi kami minta pegawai polis siasat dengan segera kejadian ini, dan tangkap mereka yang terlibat dengan komplot ini," kata Chua.

Pengarah Strategik PKR, Tian Chua pula mendakwa, tindakan provokasi itu hanya untuk mewujudkan ketegangan dan perselisihan kaum.

Melihat cara kain rentang itu ditulis pula, beliau tidak menolak kemungkinan ianya dibuat secara tergesa-gesa sehingga gelaran pada nama Datuk Chua Jui Meng juga salah.

Chua katanya, hanya bergelar Datuk bukan Dato' Seri seperti tertera di kain rentang tersebut.

"Walau siapa pun yang menbuat kaian rentang itu, motifnya sangat jelas iaitu mahu mewujudkan ketegangan kaum.

"Kerja menyiapkan kain rentang seperti tergesa-gesa sehingga gelaran Chu Jui Meng pun salah," katanya.

Turut serta pada sidang media itu, ketua PKR Johor, bendahari PKR William Leong.

Terdahulu tiga anggota polis dari ibu pejabat polis daerah Batu Pahat, Johor hadir ke ibu pejabat PKR di Tropicana bagi menyoal-siasat Anwar berhubung perkara tersebut.

Sebelum ini beberapa kain rentang muncul di Johor memaparkan gambar Anwar, Chua dan Sultan Johor, Sultan Ibrahim Iskandar dengan tulisan 'PKR Johor menyokong penuh Dato' Seri Chua Jui Meng sebagai Pengerusi PKR Johor dan Calon MB Johor".

Pemimpin Umno termasuk Timbalan Perdana Menteri, Tan Sri Muhyiddin Yassin kemudiannya tampil menempelak tindakan itu sebagai tidak bertanggungjawab kerana mengheret Raja-raja Melayu ke kancah politik.

PKR sebelum ini telah manfikan bertanggungjawab terhadap kain rentang tersebut dan telah membuat laporan polis.

Chua juga sebelum ini mendakwa mendapat maklumat bahawa tindakan provokasi menggunakan kain rentang itu didalangi bekas Menteri Besar Umno Johor.

Harakahdaily/-

Hak keistimewaan kepada yang layak

9 Ramadhan 1431 H
Oleh: Dr Siti Mariah Mahmud

Kelmarin (18 Ogos) satu salinan laporan polis diletakkan di atas meja saya oleh Ketua Wanita DHPP Selangor, Puan Veni. Beliau begitu marah dengan isi kandungan laporan tersebut yang dibuat oleh seorang murid sekolah berbangsa India yang berumur 16 tahun mengenai satu penghinaan dan sifat perkauman melampau guru besar sekolahnya.

Sekolah ini terletak di Darul Umno (Kulai, Johor) iaitu Sekolah Menengah Kebangsaan Tunku Abdul Rahman Putra. Guru besarnya dikatakan telah mengeluarkan kata-kata yang tidak sepatutnya keluar dari seorang terpelajar bergelar pendidik dan seorang kakitangan kerajaan (yang sepatutnya mendokong 1Malaysia PM).

Ucapan guru besar semasa Pelancaran Bulan Kemedekaan di sekolah bermula dengan teguran kepada murid-murid mengenai disiplin telah terkeluar dari tujuan asalnya apabila mengatakan sekiranya murid tidak berpuas hati, yang Cina boleh balik ke Cina ataupun bersekolah di Sekolah Cina, pelajar Cina tidak diperlukan dan yang India pula dihina mengatakan mereka yang memakai 'tali sembahyang' di leher dan di pergelangan tangan seperti anjing.

Orang India dan Cina dikatakan menumpang dalam konsep 1Malaysia. Analogi yang dipakainya ialah seperti seorang yang menumpang kereta orang lain tiada hak di atas kereta yang ditumpangnya. Macam-macam lagi sindiran kepada murid India dan Cina yang dilaporkan oleh murid tersebut.

Bila habis saya membaca laporan polis tersebut, saya faham kalau laporan polis ini tersebar, ia akan membangkitkan kemarahan kaum India dan Cina. Jangan pula lepas ini polis menangkap orang yang membuat laporan dan menyebar laporan polis ini tapi melepaskan pula guru besar yang celupar dan biadap ini.

Ini bukan kali pertama ekstremis atau pelampau Melayu mengeluarkan kata-kata yang menimbulkan kemarahan kaum lain. Sebelum ini Datuk Hamidah Adun dari Perak, Ahmad Ismail di Pulau Pinang dan Nasir Safar orang kuat PM Najib di Jabatan Perdana Menteri. Mereka semua terlepas dari tindakan undang-undang.

Perkasa sudah memang kita tahu mendapat suaka politik dan kebal daripada sebarang tindakan undang-undang. Mereka semua orang Umno! Kini senarai ini bertambah panjang. Mungkin guru besar ini juga ahli atau penyokong kuat Umno/BN. Sudah pasti dia bukan ahli PAS! Kalau ahli PAS, mungkin beliau akan kehilangan keahliannya.

Rakyat mahu melihat ketegasan pihak polis dan Kementerian Pelajaran mengambil tindakan terhadap beliau supaya perkara seperti ini tidak berulang lagi di sekolah-sekolah. Jangan setakat tukar sekolah atau dipencenkan awal. Guru sebegini harus dipecat dan juga didakwa di mahkamah. Kalau setakat menuntut maaf dan kemudian melupakan sahaja, percayalah ia akan berulang lagi.

Rakyat sudah melihat kes-kes sebelumnya maka tidak hairan perkara ini berulang lagi. Kumpulan ekstremis Melayu akan mengatakan kenapa saya tidak mendesak tindakan yang sama kepada orang berbangsa Cina seperti Tony Pua yang mencadangkan diskaun pembelian harta mewah ditarik balik atau Kongres Perniagaan Cina yang meminta PM memansuhkan peruntukan ekuiti 30% kaum Bumiputera.

Mungkin mereka merasakan ini menyinggung perasaan Melayu. Kenapa saya tidak rasa begitu?

Bagi saya apa yang dikatakan baru cadangan. Mereka tidak berdaya untuk mengubahnya sebab kuasanya bukan ditangan mereka tetapi di tangan PM atau menteri-menteri lain. Kenapa panik? Sebelum ini pun banyak desakan dibuat oleh pelbagai pihak mengenai pelbagai perkara seperti desakan memansuhkan ISA, tidak pula diikuti oleh kerajaan.

Berlainan dengan penghinaan secara langsung yang membabitkan bangsa dan agama. Kalau orang Cina atau India menghina agama atau bangsa saya tindakan yang perlu diambil juga. Tiada 'double standard' di sini. Malaysia benar-benar memerlukan 'akta anti-perkauman' untuk memastikan keharmonian dan kesejahteraan rakyat tidak tergugat oleh kumpulan pelampau bangsa.

Nampaknya orang Melayu begitu keliru dengan konsep 1Malaysia. Tidak menghairankan kerana Tun Mahathir pun tidak faham konsep ini. Rata-rata rakyat yang saya temui memahami 1Malaysia sebagai rakyat dilayan dan menikmati hak dan kekayaan Malaysia sama rata. Tiada kefahaman lain. Umno BN telah gagal menyatukan rakyat Malaysia setelah lebih 50 tahun memerintah.

Selama ini mereka berjaya melaksanakan konsep pemerintah penjajah melalui amalan pecah dan perintah. Ianya berjaya mungkin 4 dekad selepas merdeka. Tetapi rakyat Malaysia terutamanya yang dilahirkan dan dibesarkan dalam satu masyarakat majmuk tidak mungkin menelan lojik 1Malaysia yang menekankan 'hak istimewa' bumiputra tetapi mengatakan rakyat Malaysia dilayan sama rata.

Slogannya bercanggah dengan falsafah dan logik. Bagaimana hendak melaksanakannya kerana ia begitu kompleks dan sukar difahami. Laksana ibu bapa yang mengatakan mereka menyayangi semua anak-anak sama rata tetapi di dalam membesarkan anak-anak melakukan perkara bercanggah misalnya bila membeli beg sekolah ada anak yang dapat membeli beg mahal dan anak yang lain beg murah.

Pasti ibu bapa dilihat sebagai tidak adil dan pilih kasih. Anak-anak akan dapat memahami jika ayah mengeluarkan wang lebih untuk tuisyen adik atau abang yang yang lemah dalam bidang pelajaran pada masa tertentu dan di lain masa pula kakak diberi wang saku lebih jika membantu ibu di dapur. Jadi bukan anak tertentu tetapi keadaan yang menentukan bila keistimewaan atau perhatian diberi ia itu mengikut keperluan.

Sebelum kemerdekaan, kaum India dan Cina yang tinggal di Malaysia tidak mempunyai kerakyatan. Tidak di negara ini tempat mereka bernaung mahu pun di negara asal mereka. They were 'stateless'. Mereka sanggup menerima apa syarat sekali pun untuk menjamin masa depan anak cucu mereka.

Maka apabila syarat untuk mencapai kemerdekaan ialah memberi status 'jus soli' kepada kaum pendatang, pemimpin Cina dan India menerima pelawaan itu walaupun Melayu diberi hak istimewa (fasal 153). Sesungguhnya pemimpin Cina dan India mempunyai pandangan jauh kerana mereka tahu keadaan akan berubah.

Pemimpin Melayu Umno, kerana mahu mudah mendapat kemerdekaan (tanpa menitikkan setitis darah pun) mungkin tidak terlintas dibenak hati mereka yang zaman akan berubah dan generasi akan datang tidak boleh menerima perjanjian datuk nenek mereka. Pejuang kemerdekaan nasionalis dan Islamis lain pada ketika itu juga turut menuntut kemerdekaan.

Namun British yang bertanggung jawab membawa orang India dan juga Cina enggan melayan kumpulan Nasionalis Islam tetapi lebih selesa dengan Umno yang lebih memperjuangkan kuasa elit Melayu.

50 tahun berlalu kita mengharapkan anak-anak yang dilahirkan dari keturunan Cina dan India sekarang boleh menerima perjanjian yang selalu disebut sebagai kontrak sosial. Mereka bukan di dalam zaman datuk nenek mereka yang "stateless". Mereka rakyat Malaysia (Umno/Perikatan yang beri).

Mereka tidak kenal tanah air lain selain daripada Malaysia. Mereka dilahirkan di bumi Malaysia dan mereka mungkin generasi ketiga dan keempat yang tidak pernah kenal datuk nenek mereka. Adakah kita mengharapkan mereka memegang janji setengah abad dahulu sedangkan bukan mereka yang 'menandatangani' perjanjian itu?

Memang ianya sejarah. Kita menghormati sejarah namun anak-anak kita hidup dalam zaman sekarang bukan 1950an.Bangsa lain sudah berubah cara pemikiran mereka tapi bangsa Melayu masih lagi tidak mahu ke hadapan kerana menagih janji lama. Kita masih lagi bermimpi dengan cerita lapuk dan menanam harapan palsu kepada orang Melayu yang keistimewaan Melayu dilindungi oleh perlembagaan.

Kita tidak berlaku adil kepada bangsa kita kerana menggunakan isu bangsa demi untuk mengekalkan kuasa. Kuasa di tangan orang Melayu selama 50 tahun lebih tetapi dalam jangka masa itu Umno telah melepaskan Singapura kerana takut saingan dengan PPP yang diterajui Lee Kuan Yew. Lee Kuan Yew tidak minta kemerdekaan Singapura tapi Umno yang memberinya dengan percuma. Begitulah sejarahnya.

Rakyat Malaysia kini sudah menerima hakikat negara berbilang kaum dan agama. Bagi umat Islam kita tidak dapat menolak takdir. Walaupun pada awalnya pemimpin PAS mungkin tidak bersetuju sepenuhnya dengan syarat kemerdekaan, tetapi selepas mencapai kemerdekaan dapat menerima realiti kemajmukan Malaysia walaupun sering dituduh sebagai ekstremis agama. Tiada salahnya keistimewaan diberikan kepada kaum tertentu jika mereka memerlukan namun usahlah istilah kaum yang menjadi ukuran.

Kalau kita bubarkan "hak istimewa" Melayu pun sekarang, tetapi mengubah polisi kepada yang layak dan yang memerlukan mengikut keadaan (dengan kriteria yang objektif), saya percaya orang Melayu masih menjadi kaum yang terbanyak mendapat perhatian (bantuan) kerajaan dan pada masa yang sama kaum lain dalam kategori yang sama juga akan mendapat pembelaan.

Maknanya bantuan serta keistimewaan tidak lagi bergantung kepada kaum, agama atau jantina tetapi siapa yang memerlukannya dan layak.

Harakahdaily/-

PAS desak Harussani dedah ‘perlembagaan baru’

9 Ramadhan 1431 H
Oleh: Hazayani Zakaria

KUALA LUMPUR, 18 Ogos: PAS mendesak Mufti Perak, Tan Sri Harussani Zakaria mendedahkan kandungan ‘perlembagaan baru’ dan melaporkan kepada pihak polis untuk disiasat.

Ketua Penerangan PAS Pusat, Ustaz Idris Ahmad berkata, pihaknya terkejut dengan kenyataan Harussani ada 'perlembagaan baru' dibuat oleh pihak tertentu bagi menggantikan Perlembagaan Persekutuan yang menyisihkan hak-hak orang Melayu dan juga Islam yang dijamin dalam Perlembagaan sekarang.

Beliau menegaskan, PAS dan Pakatan Rakyat tidak pernah membincangkan perkara tersebut dalam setiap kali pertemuan Majlis Tertinggi Pakatan Rakyat yang diadakan dua kali sebulan.

Malahan, jelasnya Konvensyen Pakatan Rakyat Pertama pada 19 Disember 2009 di Shah Alam telah bersepakat untuk mempertahankan Perlembagaan Persekutuan, Islam sebagai agama bagi Persekutuan dan agama- agama lain boleh diamalkan dengan aman dan damai.

Di samping itu, melindungi kedudukan Istimewa orang Melayu dan anak negeri mana-mana antara negeri Sabah dan Sarawak dan kepentingan sah kaum lain sejajar dengan perkara 153.

Selain itu, mempertahankan peranan dan tanggungjawab institusi Raja Berperlembagaan serta memartabatkan penggunaan Bahasa Melayu sebagai lingua franca serantau, melindungi dan memperkukuhkan penggunaan bahasa ibunda semua kaum.

“Tidak ada agenda yang tersembunyi yang dibawa oleh Pakatan Rakyat, jauh sekali menyediakan perlembagaan baru bagi merungkai perkara yang sudah menjadi kontrak sosial dan telah diterima pakai sejak sekian lama,” ujarnya kepada Harakahdaily.

Justeru, katanya PAS berpandangan sekiranya Harussani tidak segera mendedahkan siapakah yang memberi dan isi kandungannya, maka ia akan menimbulkan keresahan di kalangan rakyat di negara ini.

Beliau menambah, sebagai seorang tokoh agama, Harussani mesti bertanggungjawab di atas sebarang kenyataan yang dibuat supaya masyarakat tidak memandang serong terhadap institusi mufti.

“PAS mengharapkan kepada Tan Sri Harussani Zakaria janganlah memanaskan suasana politik yang sedia panas dengan kenyataan seperti ini di tempat awam, kerana bimbang akan menimbulkan suasana yang tidak harmonis,” ujarnya lagi.

Harakahdaily/-

Mutiara kata Nik Aziz dibukukan

9 Ramadhan 1431 H

KOTA BHARU, 18 Ogos: Pemuda PAS Kelantan menerbitkan sebuah buku khas yang berupa petikan kata-kata hikmat dari Mursyidul Am PAS, Tuan Guru Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat.

Buku bertajuk 'Himpunan 110 Mutiara Kata Nik Abdul Aziz Nik Mat Sepanjang 2010' itu disusun sendiri oleh Setiausaha Akhbarnya, Ahmad Fadhli Shaari.

"Insya Allah ia akan dilancarkan Jumaat ini di Dataran Ilmu," kata Fadhli kepada Harakahdaily.

Jumaat ini sebagaimana biasa adalah hari kuliah mingguan yang diberikan oleh MB Kelantan itu.

Ribuan umat Islam termasuk para peniaga kebiasaannya memenuhi perkarangan Pejabat PAS Kelantan yang dinamakan Dataran Ilmu pada setiap Jumaat untuk mendengar kuliah dari Nik Aziz.

Buku ini diterbitkan oleh Dewan Pemuda PAS negeri Kelantan (DPPNK) untuk sambutan 20 tahun kerajaan PAS Kelantan Oktober ini.

Buku setebal 126 muka surat dijual dengan harga RM10. Sesiapa yang berminat boleh hubungi Fadhli Shaari melalui ahmadfadhli80@yahoo.com atau di talian 019-9070868.

Harakahdaily/-

Perkauman: PAS beri amaran pada MCA

9 Ramadhan 1431 H

KUALA LUMPUR, 18 Ogos: “Saya memberi amaran kepada MCA supaya jangan bermain dengan politik perkauman yang sempit untuk meraih semula sokongan Cina yang semakin luntur kepada BN,” kata Timbalan Presiden PAS, Ustaz Nasharudin Mat Isa (gambar).

Amaran itu dibuat ekoran resolusi Kongres Ekonomi Cina Malaysia yang menggesa kerajaan untuk mengurangkan ekuiti bumiputera dalam sektor ekonomi baru-baru ini dilihat tidak matang dan tidak wajar.

Malah, katanya tindakan MCA yang menyokong dan memastikan resolusi tersebut diteruskan membuktikan mereka memperjuangkan politik perkauman yang sempit.

Menurutnya, apa yang diperjuangkan oleh MCA jelas menunjukkan bahawa parti-parti komponen Barisan Nasional gagal mendapat konsensus yang mantap untuk memerintah negara setelah berlaku penafian 2/3 kuasa majoriti di Dewan Rakyat pada 8 Mac 2008 yang lalu.

Manakala Pakatan Rakyat pula, ujarnya telah sama-sama bersetuju untuk berpegang teguh dengan Dasar Pakatan Rakyat yang telah ditandatangani oleh PAS, PKR dan DAP pada bulan Disember 2009 yang lalu.

Berdasarkan dasar tersebut, beliau berkata Pakatan Rakyat akan melindungi kedudukan istimewa orang Melayu dan kepentingan sah kaum-kaum lain sepertimana yang termaktub dalam Perkara 153.

“Ini membuktikan bahawa PAS, PKR dan DAP tetap akan mempertahankan perkara ini bila menerajui kerajaan nanti,” ujarnya yang juga Ahli Parlimen Bachok.

Sebaliknya, dalam konteks hari ini, beliau memberi amaran kepada MCA supaya jangan bermain dengan politik perkauman yang sempit untuk meraih semula sokongan Cina yang semakin luntur kepada BN sehingga ia telah menimbulkan rasa kegelisahan di kalangan rakyat Malaysia.

Harakahdaily/-

Pemuda PAS lancar kempen bantah saman ekor

9 Ramadhan 1431 H
Oleh: Hazayani Zakaria

KUALA LUMPUR, 18 Ogos: Dewan Pemuda PAS Pusat akan melancarkan kempen sejuta tandatangan bagi membantah saman ekor di Bazar Ramadhan Keramat pada 23 Ogos ini bermula jam 5.00 petang.

Timbalan ketuanya, Azman Shapawi Abdul Rani berkata, kempen tandatangan itu akan bergerak ke seluruh negara dan akan diserahkan kepada kerajaan khususnya Polis Diraja Malaysia (PDRM) dan Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ).

"Kita dengar banyak rintihan rakyat tentang saman ekor hari ini, maka kita mengambil ketetapan untuk kumpul tandatangan bantah saman ekor dan kita akan serahkan jumlah seberapa banyak yang kita dapat dan kita juga akan gerakkan ke seluruh negara dan kita akan hantar kepada pihak yang berwajib," katanya pada sidang media di ibu pejabat PAS, di sini, hari ini.

Menurutnya juga, kempen berkenaan bersifat membantu Kempen Anti Saman Ekor (KASE) yang dipengerusikan Naib Presiden PAS, Datuk Mahfuz Omar namun ianya lebih mensasarkan golongan muda.

"Dua perkara ini matlamatnya sama tapi dibuat oleh dua pihak. KASE di bawah PAS dan kempen ini inisiatif pemuda sendiri dan kami lebih fokus kepada orang muda kerana melibatkan banyak kenderaan khususnya motosikal yang dimiliki golongan muda," jelasnya.

Beliau juga yakin kempen berkenaan akan mendapat sokongan ramai terutamanya pada musim perayaan Aidilfitri ini memandangkan rakyat menggunakan kenderaan dan lebuh raya untuk pulang beraya ke kampung masing-masing.

Justeru, beliau menyeru semua pihak agar menurunkan tandatangan mereka sebagai tanda bantahan terhadap tindakan kerajaan yang disifatkan menganiayai rakyat itu.

Harakahdaily/-

Kelantan tukar batik kepada baju kebangsaan

9 Ramadhan 1431 H
Oleh: Mohd Nor Yahya

KOTA BHARU, 18 Ogos: Kelantan sekali lagi mencetus kelainan sempena Ramadan tahun ini apabila menggantikan baju batik kepada pakaian kebangsaan yang perlu dipakai pada setiap hari Khamis.

Kebiasaannya sebelum ini pada hari Khamis kakitangan kerajaan negeri, pihak berkuasa tempatan dan badan berkanun mengenakan baju batik bagi kakitangan lelaki.

Namun 9 Ramadan ini atau 19 Ogos (esok) kakitangan lelaki diarah memakai baju kebangsaan.

Baju kebangsaan dimaksudkan mempunyai lima butang dan (lengkap dengan songkok serta samping) dipakai setiap Khamis sepanjang bulan Ramadan.

Pekeliling mengenai arahan terbaru itu ditandatangani Timbalan Setiausaha Kerajaan Negeri (Pengurusan), Shafie Ismail bertarikh 12 Ogos 2010.

Pekeliling yang diedar tersebut bertajuk ’Arahan Pentadbiran Setiausaha Kerajaan Kelantan Bil 2 /2010’.

Pekeliling terbabit dituju kepada semua ketua jabatan negeri, pihak berkuasa tempatan dan badan berkanun negeri.

Difahamkan keputusan pemakaian baju kebangsaan tersebut dibuat pada mesyuarat Majlis Mesyuarat Kerajaan (Exco) 11 Ogos lalu.

Difahamkan juga pemakaian baju kebangsaan akan dipraktik secara tetap pada setiap bulan Ramadan.

Sementara itu beberapa kakitangan kerajaan di Kota Darulnaim ketika ditemui menyambut baik cadangan tersebut sebagai usaha menghidupkan kembali identiti bangsa Melayu.

”Kalau sebelum ini kita hanya tengok orang pakai baju kebangsaan pada Hari Raya dan jarang-jarang pada hari Jumaat, namun langkah terbaru dibuat kerajaan negeri memakai pada hari bekerja sesuatu yang dialu-alukan,” katanya yang enggan dikenali.

Harakahdaily/-