22 October 2013

Tangisan Sayyidina Umar

17 Zulhijjah 1434 H. [MOD] -
Oleh Jarjani Usman
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS. Al Maidah: 3).

Ayat inilah yang membuat Umar bin Khattab sedih dan bahkan menangis saat mendengarnya dari Rasulullah SAW.  Melihat Sayyidina Umar menangis, banyak orang yang hadir merasa heran seraya bertanya mengapa beliau menangis, apalagi di saat yang lain bergembira karena telah disahkan agama Islam sebagai agama yang sempurna dan diridhai Allah. Umar menjawab, “Setelah puncak dilalui, niscaya lembah akan didapati” (HR. Bukhari).
Rupanya Sayyidina Umar sudah menangkap makna lain bila tugas kenabian Rasulullah SAW sudah berada di puncaknya dengan sempurnanya agama Islam.  Apalagi Nabi Muhammad adalah nabi penutup; tak akan ada lagi nabi yang akan bertugas menyempurnakan agama Islam setelah itu. Maknanya ialah akan segera berakhir kebersamaan dengan Nabi SAW.  Ternyata memang benar makna apa yang difahami Umar bin Khattab, tak lama kemudian Nabi SAW wafat.  Meskipun Nabi telah tiada, Umar sangat bersemangat menyampaikan ajaran Islam.
Namun banyak di antara kita hari ini tertawa-tawa saat dengan sengaja melepaskan diri dari ajaran Islam yang sempurna.  Perbuatan-perbuatan yang diharamkan seperti korupsi merajalela dan mengurat akar di berbagai bidang hajat hidup masyarakat, dan bahkan dilakukan oleh para petinggi negeri yang telah bersumpah dengan nama Allah dan Alquran untuk tak mengingkari janji. 

1 comment:

Din said...

X silap saya bukan saidina Umar r.a, tetapisaidina Abu Bakar r.a