05 Ogos 2009

Betukah ? belum langsai hutang tidak boleh pergi umrah atau haji .

Oleh : SENAPANG patah

salam,

sy ada terbaca salah satu article yang mengatakan kalu tak melangsaikan hutang dengan seseorgn itu maka tak boleh pergi umrah atau haji dan kalu pergi tidak ada pahala. kalu seseorang itu tidak berhutang dengan individu tp berhutang dengan bank dan membayar ansuran mcm mana pulak tu. so inginkan penjelasan.

terima kasih semua

Bismillah
Allahummasolli'alamuhammad wa'alaalimuhammad

Salamun 'alaikum

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin ditanya : Apa yang harus dilakukan bagi orang yang ingin pergi haji dan umrah ?

Jawaban.
Barangsiapa bertujuan melakukan perjalanan panjang untuk haji atau yang lainnya maka:

[1] Harus membayar utangnya atau minta izin orang-orang yang memberikan piutang, jika dia mengetahui mereka telah memerlukan sesuatu yang diutangkan. Kemudian menuliskan wasiat-wasiat dan harta miliknya yang terdapat pada orang lain dan hutang-hutangnya yang harus ia bayar.

[2] Melakukan shalat istikharah seraya berdo'a kepada Allah untuk diberikan-Nya pilihan terbaik, dan dia melaksanakan apa yang menjadikan kelapangan dadanya.

[3] Memilih kawan-kawan yang shaleh dari orang-orang yang berilmu dan pandai dalam agama

[4] Membawa buku-buku tentang ibadah haji, atau buku lainnya yang berguna bagi dirinya dan kawan-kawannya. Juga membawa bekal yang cukup untuk dirinya atau kawan-kawannya, jika perlu, seraya memperhatikan bahwa segala bekal yang digunakan untuk haji benar-benar dari hasil yang halal.

[5] Ucapan kepada keluarga dan kawan-kawan ketika akan berangkat gaji seraya masing-masing mengucapkan : "Artinya : Aku titipkan kepada Allah agama dan amanatmu, serta segala akhir amalmu" [Hadits Riwayat Ahmad dan Tirmidzi]

[6] Niat melakukan haji dan umrah karena Allah. dan tidak terpengaruh pujian atau kecaman siapa pun.

[7] Selama dalam perjalanan pergi dan pulangnya selakukan melakukan kewajiban-kewajiban agama dan ibadah-ibadah sunnah juga memberikan nasehat kepada kawan-kawannya dan menyerap ilmu dari orang-orang yang pandai.

[8] Berupaya keras menyempurnakan kewajiban-kewajiban haji dan umrah, serta memperbanyak amal shaleh yang mampu dilakukan karena ingin mendapatkan pahala berlipat ganda dari Allah Subhanahu wa Ta'ala

Wallahu a'lam


s/p : selain tulisan di atas, sila tanya secara 4 mata dgn guru2 yg arif

iyyakanaqbudu waiyyakanasta'in
ihdinassirotolmustaqim

3 ulasan:

al amin ahmad berkata...

salam ayah dr khalil..
soalan simple dari saya:
sebelum kahwen saya ada bukak kedai serbanika di kawasan masjid..antaranya menjual TOPUP handphone..sorang pakcik ni beli topup RM20..kiranya dia bagi alasan duit tak bawak..jadi dah dia orang masjid..saya bagi la kredit dulu rm20...tetiba dia buat bodoh jer..terus pi MEKAH...
sampai sekarang, kot la dia nak mai mintak maaf ka..nak setel ka...idak..tu siap jadi AJK masjid...
nak kira camna tu time dia pi MEKAH tu?
memang bila saya dengar dia pi MEKAH, saya halalkan dalam hati ja RM20 tu..yer la..tak baik kalau saya tak halalkan...

tengkiu

Tanpa Nama berkata...

ADA SATU CERITA TENTANG PEMINJAM MARA ,BILA PI KUTIP HUTANG DIA KATA TAK DAK DUIT.DIA KATA NANTI DULU, NAK PI MEKAH NAK BUAT UMRAH.AGAK-AGAK YANG MANA YANG WAJIB. BAYAR HUTANG KA ,PI UMRAH. HUTANG TERTUNGGAK 4 TAHUN DAH.WASIAT TAK DA . NAMA BLACKLIST.DUIT RAKYAT TU

david ahmad muniandy berkata...

tentang kes hutang ataupun tidak kena tanya Ustaz Zaharuddin, ustaz zaharuddin paling adil tentang kes macamtu.